BERAU POST – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Berau terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Berau, Mulyana menyampaikan, untuk mendorong para pekerja aktif menggunakan aplikasi ini.
BPJS Ketenagakerjaan Berau menggelar kegiatan tour ke sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Berau.
Kegiatan itu dilakukan untuk memberikan pendampingan langsung kepada peserta terkait cara penggunaan JMO.
Mulai dari pendaftaran akun, validasi data, hingga pengecekan saldo Jaminan Hari Tua (JHT).
Tim BPJS Ketenagakerjaan menyambangi dua perusahaan sawit, yakni PT Gunta Samba Jaya Merapun Estate dan PT Gunta Samba Mayong Estate.
Di lokasi tersebut, petugas memberikan pelayanan secara langsung kepada pekerja dan pihak manajemen perusahaan.
Pelayanan yang diberikan mencakup sosialisasi penggunaan aplikasi JMO, bimbingan pembuatan akun, pengecekan data kepesertaan, serta validasi kelengkapan dan kebenaran data peserta.
Ia mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pihaknya dalam meningkatkan pemanfaatan aplikasi JMO di kalangan peserta, sekaligus memperkuat keterlibatan (engagement) antara BPJS Ketenagakerjaan dengan para pekerja.
“Kami ingin memastikan para peserta benar-benar memahami manfaat aplikasi JMO. Melalui kunjungan langsung ini, petugas membantu pekerja agar bisa menggunakan JMO secara optimal, mulai dari pengecekan saldo hingga memastikan data kepesertaan mereka sudah benar dan lengkap,” ujarnya.
Menurutnya, validasi data menjadi hal penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan.
Dengan data yang akurat, proses administrasi dan klaim manfaat akan berjalan lebih cepat dan tepat.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan data peserta valid. Kalau ada data yang belum lengkap atau belum sesuai, bisa langsung kami bantu perbarui di tempat,” tambahnya.
Melalui aplikasi JMO, peserta BPJS Ketenagakerjaan kini bisa dengan mudah mengecek saldo JHT tanpa harus datang ke kantor cabang.
“Kami ingin peserta lebih peduli terhadap saldo JHT masing-masing. Ini tabungan masa depan, yang akan sangat berguna ketika peserta sudah tidak bekerja lagi,” katanya.
Selain untuk memantau saldo, aplikasi JMO juga membantu peserta memastikan apakah perusahaan mereka rutin membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan begitu, pekerja dapat mengetahui secara transparan apakah hak mereka dipenuhi sesuai ketentuan.
“Peserta bisa mengecek langsung lewat JMO apakah perusahaan tertib membayarkan iuran setiap bulan. Ini penting agar saldo JHT terus bertambah dan manfaatnya optimal,” jelasnya.
Kegiatan tour ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan edukasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan mitra.
Petugas membuka sesi tanya jawab serta konsultasi terkait kendala teknis penggunaan aplikasi, pendaftaran peserta baru, hingga edukasi manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan lainnya.
Respons dari para pekerja pun sangat positif. Banyak yang merasa terbantu karena bisa langsung mendapatkan panduan dan solusi tanpa harus datang ke kantor cabang.
Ia berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkala dan menjangkau lebih banyak sektor.
Ia menegaskan, digitalisasi layanan melalui JMO adalah bagian dari transformasi besar yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan agar layanan kepada peserta semakin mudah, cepat, dan efisien.
“Kami ingin seluruh peserta, di mana pun mereka bekerja, bisa mengakses layanan dengan mudah lewat aplikasi JMO. Tapi tentu pemahaman dan kebiasaan digital perlu ditingkatkan. Karena itu, kegiatan sosialisasi langsung seperti ini akan terus kami dorong,” pungkasnya.(aja/sos/arp)
Editor : Nurismi