Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Stunting Bukan Takdir,Komitmen PT Pamapersada Nusantara untuk Penuhi Gizi 1.000 HPK

Beraupost • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 09:25 WIB
PENUHI GIZI: PT Pamapersada Nusantara menggandeng PT Boga Sarana Surya, serta BKKBN komitmen memenuhi gizi 1.000 HPK. (PAMA UNTUK BERAU POST)
PENUHI GIZI: PT Pamapersada Nusantara menggandeng PT Boga Sarana Surya, serta BKKBN komitmen memenuhi gizi 1.000 HPK. (PAMA UNTUK BERAU POST)

BERAU POST - Wakil Bupati Berau, Gamalis menuturkan, pihaknya tidak mungkin berjalan sendiri untuk mengatasi masalah stunting.

Perlu peran semua pihak untuk mengentaskan stunting di Bumi Batiwakkal. Langkah ini merupakan langkah bersama menurunkan stunting di Berau.

“Karena itu, kerja sama lintas sektor menjadi sangat penting,” sebut Wakil Bupati Berau, Gamalis beberapa waktu lalu.

Salah satu tantangan utama yang disoroti Gamalis adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu. Padahal, posyandu menjadi salah satu garda terdepan dalam pemantauan dan pencegahan stunting.

Untuk mengatasi hal itu, pemkab telah menaikkan insentif bagi petugas posyandu dan melibatkan pihak ketiga dalam program “Bapak Asuh Anak Stunting”.

Beberapa dari mereka bahkan sudah rutin memberikan makanan tambahan bagi anak-anak terdampak maupun berisiko stunting.

“Tentunya edukasi pranikah itu penting agar calon ibu dan ayah paham soal pengasuhan anak. Pernikahan dini juga turut mempengaruhi angka stunting,” ujarnya.

Tercatat ada 18 kampung/kelurahan yang menjadi lokus stunting, terutama di empat kecamatan terdekat dengan tingkat prevalensi tertinggi.

Menurutnya, stunting tidak selalu berkaitan langsung dengan kemiskinan, namun erat kaitannya dengan pola hidup sehat, akses terhadap makanan bergizi, serta edukasi keluarga.

Dirinya mendorong peran aktif jajaran TPPS Berau bersama perangkat kelurahan/kampung untuk bersama mengkaji dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD).

Tidak mau ketinggalan, PT Pamapersada Nusantara, juga turun tangan membantu pemerintah daerah mengatasi masalah stunting. Yang hingga kini masih menjadi PR bersama.

Manajemen PT Pamapersada Nusantara Site BRCG, membuat langkah penting yakni pemenuhan gizi seimbang sejak dini.

Terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Tentu pemerintah dipastikan akan kewalahan jika bergerak sendiri. Sektor swasta juga turut ambil andil dalam pemenuhan gizi tersebut.

Manajemen perusahaan, dari kantor turun ke kampung, untuk memberikan edukasi dan praktik memasak makanan bergizi.

Kegiatan ini dilakukan di Kampung Tanjung Perangat, Selasa (16/9) lalu. Antusiasme masyarakat, membuka harapan baru bagi perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara tersebut.

Tentu tidak sendiri, acara ini terselenggara melalui kerja sama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), PT Pamapersada Nusantara (site BRCG), dan PT Boga Sarana Surya (PT BSS).

Acara dibuka oleh Faizal Imron D, Dept. Head CSR BBC Cluster, yang menekankan bahwa pola asuh keluarga berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Pama bersyukur bisa menggelar kegiatan ini. Tumbuh kembang anak, wajib diperhatikan,” ujarnya.

Faizal melanjutkan, stunting bukan takdir. Namun pola asuh yang kurang tepat. Penyempurnaan gizi yang kurang seimbang. Orang tua dan lingkungan berperan penting dalam hal tersebut.

“Pemenuhan gizi sehat, membuat anak menjadi hebat,” tuturnya.

Dalam sesi memasak, langsung dipandu oleh tim PT BSS yang dipimpin Chef Heru, juga pengurus DPC PPJI Kabupaten Berau.

Dalam kesempatan itu, peserta diperkenalkan pada variasi menu sehat berbahan pangan lokal, mulai dari udang tumpi khas Berau, hingga kreasi sederhana seperti sandwich sehat dan jus kemangi.

Beberapa ibu bahkan menjadi relawan untuk mempraktikkan langsung cara memasak di depan peserta lain.

Para ibu yang hadir tampak antusias. Mereka tidak hanya mencatat resep, tetapi juga berdiskusi tentang cara menjaga kebersihan memasak dan membuat menu lebih menarik untuk anak-anak.

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini, ternyata banyak bahan sederhana yang bisa jadi menu sehat. Saya jadi ingin coba di rumah,” ujar Siti Jubaedah, salah seorang peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak keluarga yang memahami bahwa mencegah stunting dapat dimulai dari hal sederhana, menghadirkan makanan sehat dan bergizi di meja makan sehari-hari.

Sementara itu, perwakilan BKKBN, Sukriyadi, memaparkan pentingnya menjaga asupan gizi pada masa 1.000 HPK sebagai kunci pencegahan stunting.

“Kuncinya itu ada di kita (masyarakat,red). Menjaga pola makan yang baik dan benar. Ingat stunting, tidak hanya menyerang warga kurang mampu,” tutupnya. (adv/hmd)

Editor : Nurismi
#Atasi Stunting #PT Pama Persada Nusantara #Bapak Asuh Anak Stunting #pemkab berau