HARIAN RAKYAT KALTARA — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Bulungan, berlangsung khidmat dengan dua agenda utama pada Kamis (1/10) lalu.
Bupati Bulungan, Syarwani memimpin langsung upacara yang dipusatkan di SMP Negeri 3 Jelarai, sebelum melanjutkan agenda ziarah dan penghormatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Telabang Bangsa.
Didampingi Wakil Bupati Bulungan Kilat, kegiatan ini diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, ASN, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat.
Momentum tahunan ini dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai fondasi dasar negara di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi.
Usai memimpin upacara, Syarwani bersama rombongan bergeser ke TMP Telabang Bangsa untuk menggelar ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para pahlawan bangsa.
Syarwani menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sekaligus bentuk penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendahulu.
Menurutnya, Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat sejarah atas perjuangan para pahlawan revolusi dalam mempertahankan ideologi negara.
“Ini bagian daripada komitmen dan wujud cinta kita terhadap NKRI. Rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kita berikan kepada para pahlawan bangsa,” ujar Syarwani.
Ia menambahkan, generasi hari ini mengemban tanggung jawab besar untuk meneruskan cita-cita para pahlawan melalui aksi nyata pembangunan.
“Tugas kita, pemerintah daerah dan kita semua, wajib melanjutkan cita-cita dan perjuangan seluruh pahlawan bangsa untuk mengisi pembangunan, khususnya di Kabupaten Bulungan,” tegasnya.
Syarwani memaparkan bahwa tantangan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila saat ini kian kompleks. Ancaman tidak hanya datang dari persoalan sosial-kebangsaan, tetapi juga dari derasnya arus informasi di ruang digital.
Oleh karena itu, penanaman nilai kebangsaan dan patriotisme sejak dini melalui jalur pendidikan formal maupun informal menjadi hal yang krusial.
Pemkab Bulungan juga terus merangkul tokoh masyarakat dan berbagai lembaga daerah, untuk memperluas jangkauan edukasi kebangsaan tersebut.
“Kita harus menanamkan rasa patriotisme dan kecintaan kepada bangsa dan negara sejak usia dini melalui pendidikan formal maupun informal,” tuturnya.
Di hadapan generasi muda, Syarwani secara khusus mengingatkan agar tidak menelan bulat-bulat setiap informasi atau paham yang berseliweran di media sosial.
Kemampuan literasi digital melalui prinsip cross-check dan re-check menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.
“Kalau ada informasi yang beredar di media sosial, kita harus melakukan tabayun, mencari informasi lebih detail, serta cek dan recheck. Jangan sampai kita mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang,” imbaunya.
Kemajuan teknologi dan dinamika media sosial dipandang Syarwani sebagai keniscayaan zaman. Namun, modernisasi tersebut harus tetap berpijak pada akar identitas kebangsaan.
Ia mengajak anak-anak muda di Bulungan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melepaskan pegangan pada nilai-nilai Pancasila.
“Kita bisa bergerak maju bersama-sama, bergandengan tangan, tetapi tidak kehilangan identitas kita sebagai masyarakat Kabupaten Bulungan dan sebagai warga negara Indonesia,” jelas Syarwani.
Syarwani menutup dengan penegasan bahwa kemajuan pembangunan Kabupaten Bulungan membutuhkan sinergi seluruh elemen yang berlandaskan pada kesetiaan terhadap ideologi negara.
“Ini menjadi komitmen kita sampai kapan pun, bahwa satu-satunya ideologi di negara ini adalah Pancasila,” pungkasnya. (DKIP/uno)
Editor : Nurismi