Dari Kabut Asap ke Musim Hujan, Dinkes Kaltara Minta Warga Waspadai Penyakit DBD

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:25 WIB
ANTISIPASI DBD: Perubahan cuaca perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko penularan sejumlah penyakit. (FAISAL/HRK)
ANTISIPASI DBD: Perubahan cuaca perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko penularan sejumlah penyakit. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul seiring perubahan cuaca. 

Setelah periode kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi cuaca yang berubah dan intensitas hujan yang meningkat juga dapat memicu persoalan kesehatan lain. 

Kepala Dinkes Kaltara Usman mengatakan, perubahan kondisi lingkungan perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko penularan sejumlah penyakit. Salah satu yang menjadi perhatian adalah demam berdarah dengue (DBD). 

“Antisipasinya sebelum. Kalau kasus DBD memang sudah endemis,” kata dia, Senin (21/9). 

Menurutnya, DBD merupakan penyakit endemis di Kaltara sehingga kasusnya dapat ditemukan dari waktu ke waktu.

Karena itu, kewaspadaan tidak hanya dilakukan ketika terjadi peningkatan kasus. Tetapi perlu menjadi langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Perubahan cuaca dapat memengaruhi risiko munculnya penyakit. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan masyarakat maupun fasilitas kesehatan. Dalam menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan. 

“Tergantung bagaimana perlengkapan kita. Supaya menjaga dengan perubahan cuaca, memang akan memungkinkan menjadi risiko untuk terjadi penyakit. Jadi kita menjaga kondisi kesehatan,” ujarnya. 

Terkait perkembangan kasus DBD di Kaltara, Usman menyebut kasus penyakit tersebut masih ditemukan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, belum ada laporan mengenai kejadian luar biasa (KLB) atau lonjakan kasus yang menunjukkan kondisi tidak terkendali. 

“Kalau kasusnya tetap ada. Tapi kalau sampai kejadian luar biasa atau tinggi, itu belum ada laporan,” terangnya. 

Ia menegaskan, status endemis berarti kasus DBD memang masih dapat ditemukan di wilayah tersebut. Kondisi itu berbeda dengan situasi ketika terjadi peningkatan kasus secara signifikan yang memerlukan penanganan khusus. 

Karena itu, perubahan cuaca yang terjadi saat ini perlu menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan. 

“Masyarakat diminta tetap menjaga kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan perubahan lingkungan,” pesannya. 

Langkah antisipasi dinilai penting agar potensi peningkatan penyakit dapat ditekan, sebelum berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih besar. (fai/uno) 

Editor : Nurismi
musim hujan Dinkes Kaltara dbd