Pola Transaksi Milenial Berubah, Pelaku Usaha Di Kaltara Dituntut Melek Sistem Cashless

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 08:55 WIB
DIGITALISASI: Pelaku UMKM harus beradaptasi terhadap transaksi pembayaran digital melalui QRIS. (HRK)
DIGITALISASI: Pelaku UMKM harus beradaptasi terhadap transaksi pembayaran digital melalui QRIS. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA  - Perubahan pola transaksi masyarakat mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk semakin adaptif terhadap pembayaran digital. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara pun terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan pelaku UMKM.

Termasuk selama pelaksanaan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor beberapa waktu lalu. 

Kepala Perwakilan BI Kaltara Agus Taufik, mengatakan transaksi digital menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan dunia usaha saat ini.

Menurutnya, pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar harus mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan konsumen, termasuk dalam metode pembayaran. 

“Transaksi digital di Kaltara dengan QRIS dipastikan terus mengalami peningkatan. Karena itu, kami dorong pembayaran di UMKM menggunakan sistem cashless. Bagi yang belum, harus mulai beradaptasi karena ini sudah menjadi keharusan,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Ia melihat mayoritas baik saat event maupun di sejumlah kedai, masyarakat berasal dari kalangan generasi muda yang sudah terbiasa menggunakan transaksi non-tunai.

Kondisi tersebut, menurut Agus, menjadi gambaran bahwa digitalisasi pembayaran semakin diterima masyarakat dan harus diikuti oleh pelaku usaha. 

“Saya perhatikan pengunjung yang nonton di KKB rata-rata generasi milenial. Sehingga pelaku UMKM harus adaptasi dengan kebutuhan pasar,” katanya. 

Penggunaan QRIS dinilai memberikan kemudahan bagi konsumen karena transaksi dapat dilakukan tanpa harus membawa uang tunai.

Di sisi lain, pelaku UMKM juga dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi. Agar tidak tertinggal dari perubahan perilaku konsumen. 

Digitalisasi tersebut menjadi salah satu bagian dari pembinaan UMKM yang dilakukan BI Kaltara. Pembinaan tidak hanya menyangkut kualitas produk dan akses pasar. Tetapi juga kesiapan pelaku usaha menghadapi ekosistem ekonomi digital. 

Ia berharap semakin banyak UMKM di Kaltara yang memanfaatkan pembayaran digital. Dengan demikian, transaksi selama kegiatan promosi seperti KKB tidak hanya meningkatkan penjualan. Tetapi membiasakan pelaku usaha dengan sistem perdagangan modern. 

“Digitalisasi tersebut juga diharapkan menjadi modal penting bagi UMKM Kaltara. Ketika nantinya memasuki pasar nasional maupun internasional,” tuturnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
penggunaan QRIS cashless umkm