Tinggalkan Pola Sporadis Pengisian Jabatan, Pemprov Kaltara Terapkan Sistem Pembinaan Merit ASN

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:11 WIB
REGENERASI: Pemprov Kaltara menyiapkan 23 kandidat suksesor untuk mengisi kebutuhan jabatan JPT Pratama dan Administrator. (DKISP KALTARA)
REGENERASI: Pemprov Kaltara menyiapkan 23 kandidat suksesor untuk mengisi kebutuhan jabatan JPT Pratama dan Administrator. (DKISP KALTARA)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) mulai menyiapkan regenerasi kepemimpinan birokrasi melalui penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Sebanyak 23 kandidat suksesor telah dipetakan untuk dipersiapkan mengisi kebutuhan jabatan JPT Pratama dan Administrator.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltara memastikan kebutuhan aparatur untuk jabatan strategis tidak dilakukan secara sporadic. Melainkan melalui proses pemetaan dan pengembangan yang terukur. 

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, mengatakan manajemen talenta menjadi salah satu instrumen penting. Untuk membangun birokrasi yang memiliki sumber daya manusia sesuai kebutuhan organisasi.

Penerapan manajemen talenta memungkinkan pemerintah melihat kemampuan aparatur secara lebih menyeluruh. 

“Tidak hanya berdasarkan jabatan yang sedang diduduki. Tetapi juga mencakup potensi, kompetensi, kinerja, serta kebutuhan pengembangan setiap ASN,” ujarnya, Rabu (2/9) lalu. 

Karena itu, hasil pemetaan yang telah dilakukan harus ditindaklanjuti dengan pembinaan yang konkret. 

“Data ini harus benar-benar digunakan untuk pembinaan ASN. Sehingga pengembangan karier dan kebutuhan organisasi bisa berjalan lebih tepat,” kata dia. 

Pemprov Kaltara saat ini memiliki 6.029 ASN yang terdiri dari 4.109 PNS dan 1.920 PPPK. Mereka tersebar di 34 perangkat daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.356 ASN telah mengikuti asesmen melalui metode Computer Assisted Competency Test (CACT) dan Pro ASN. 

Hasilnya kemudian dipetakan menggunakan 9-Box Matrix untuk melihat posisi dan potensi masing-masing pegawai. Pemetaan tersebut menjadi tahapan awal, sebelum ASN mendapatkan program pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Kaltara, Denny Harianto, mengatakan proses manajemen talenta di Kaltara kini tidak lagi berhenti pada tahap pemetaan.

Pemerintah mulai masuk pada tahap pengembangan talenta dan menyiapkan kandidat untuk kebutuhan suksesi jabatan. 

“Dari proses tersebut, sebanyak 23 kandidat telah disiapkan sebagai calon suksesor untuk jabatan JPT Pratama dan Administrator,” ungkapnya. 

Denny menjelaskan, penentuan kandidat dilakukan melalui sejumlah pertimbangan. Di antaranya hasil wawancara, presentasi, rekam jejak, serta kompetensi yang dimiliki masing-masing ASN. Proses tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 100.3.3.1/326/2026. 

“Pemetaan ini menjadi dasar untuk melihat siapa yang memiliki potensi dan kesiapan. Untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan organisasi,” jelasnya. 

Menurut Denny, keberadaan kandidat suksesor akan memberikan keuntungan bagi organisasi. Karena pemerintah memiliki gambaran mengenai aparatur yang dapat dikembangkan untuk mengisi kebutuhan jabatan di masa mendatang. 

Dengan pola tersebut, pengisian jabatan diharapkan tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan pegawai. Tetapi juga kesesuaian antara kompetensi individu dan kebutuhan organisasi. 

“Tujuannya bukan hanya menempatkan seseorang pada jabatan. Tetapi memastikan orang yang dipilih memiliki kompetensi dan potensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ungkapnya. 

Pemprov Kaltara selanjutnya akan terus mengembangkan sistem manajemen talenta melalui penyusunan rencana pengembangan individu dan perencanaan suksesi.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya kader birokrasi yang siap menghadapi kebutuhan organisasi dan tantangan pembangunan daerah. 

“Dengan 23 kandidat suksesor yang telah teridentifikasi, proses kaderisasi pimpinan di lingkungan Pemprov Kaltara mulai diarahkan pada sistem yang lebih terencana, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan organisasi,” tutupnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
pengembangan talenta asn pemprov kaltara