Kali Pertama Digelar di Bulungan, Gubernur Kaltara Proyeksikan Transaksi KKB Tembus Ratusan Juta

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:30 WIB
PROMOSI PRODUK: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang saat meninjau stan-stan UMKM gelaran KKB 2026, Kamis (27/8) malam. (FAISAL/HRK)
PROMOSI PRODUK: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang saat meninjau stan-stan UMKM gelaran KKB 2026, Kamis (27/8) malam. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Sebanyak 60 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat ruang untuk memperkenalkan, sekaligus memasarkan produk mereka dalam ajang Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026. 

Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara tersebut resmi dibuka di Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kamis (27/8) malam. 

Kepala Perwakilan BI Kaltara Agus Taufik, mengatakan KKB merupakan salah satu bentuk nyata sinergi dalam mendorong UMKM lokal.

Agar terus berkembang sekaligus memperluas akses pasar. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi BI Kaltara bersama Pemerintah Provinsi Kaltara, dinas terkait, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltara. 

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup dilakukan hanya melalui kegiatan pameran atau promosi sesaat. Pelaku usaha membutuhkan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari proses peningkatan kapasitas, penguatan kualitas produk, hingga perluasan pemasaran. 

“Program pengembangan UMKM di BI ini bukan program yang one-shot. Tetapi program kerja yang terus berkesinambungan sejak proses onboarding hingga promosi produk di tingkat nasional,” ujarnya. 

Melalui pola pembinaan tersebut, BI Kaltara berharap UMKM tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal. Tetapi juga memiliki kapasitas untuk meningkatkan kualitas dan menembus pasar yang lebih luas. 

Ia menilai peningkatan transaksi menjadi bagian penting dalam upaya mendorong UMKM Kaltara naik kelas. Menurutnya, peningkatan belanja masyarakat akan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, serta inovasi produk. 

“Target kami, transaksi UMKM, baik binaan BI maupun dinas bisa meningkat. Artinya belanja masyarakat naik, sehingga pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas produk dan karyanya agar ke depan terus naik kelas,” jelasnya. 

Dengan melibatkan puluhan UMKM sekaligus mendorong masyarakat berbelanja produk lokal, KKB 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang promosi. Gelaran tersebut ditargetkan mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah. 

“Perputaran uang yang tercipta selama kegiatan diharapkan turut menggerakkan sektor kuliner, perdagangan, jasa, hingga berbagai usaha pendukung lainnya,” terangnya. 

Sementara itu, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang mengapresiasi pelaksanaan KKB 2026. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting. Karena untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir KKB digelar di Kabupaten Bulungan. 

“KKB 2026 Kaltara ini sangat luar biasa. Kita bersyukur dilaksanakan di Kebun Raya Bundayati,” kata dia. 

Ia menyebut, enam pelaksanaan KKB sebelumnya belum pernah digelar di Bulungan dan lebih banyak berlangsung di Kota Tarakan maupun Kabupaten Malinau. 

“Saya berharap p pelaksanaan KKB di Bulungan tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Tetapi mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada pelaku UMKM dan masyarakat,” ujarnya. 

Salah satu indikator dampak tersebut terlihat dari target transaksi selama pelaksanaan KKB 2026. Zainal memproyeksikan perputaran uang selama empat hari kegiatan dapat menembus lebih dari Rp 500 juta. 

“Dengan event KKB 2026 ini kita proyeksikan perputaran uang bisa mencapai di atas Rp 500 juta,” sebutnya. 

Optimisme tersebut didukung oleh tingginya antusiasme masyarakat dan jumlah UMKM yang berpartisipasi. Salah satu upaya untuk mendorong transaksi dilakukan melalui skema pembelian produk UMKM bagi pengunjung yang ingin masuk ke area VIP di sekitar panggung utama. 

Pengunjung diwajibkan berbelanja produk UMKM minimal Rp 100 ribu untuk mendapatkan voucher masuk ke area tersebut. Ia memperkirakan terdapat sekitar 1.500 pengunjung di area VIP.

Jika setiap pengunjung membelanjakan sedikitnya Rp 100 ribu, potensi transaksi dari area VIP saja diperkirakan mencapai Rp 150 juta. 

“Nilai tersebut belum termasuk transaksi dari pengunjung lainnya yang berbelanja langsung di stan-stan UMKM selama kegiatan berlangsung. Itu belum menghitung para pengunjung non-VIP lainnya yang juga berbelanja di stan-stan UMKM,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM Kaltara, memperluas pasar produk lokal. Sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (fai/uno)

Editor : Nurismi
umkm Karya Kreatif Benuanta Bank Indonesia Kaltara