HARIAN RAKYAT KALTARA — Pengembangan pariwisata di Kalimantan Utara (Kaltara) tidak lagi bisa dilakukan secara sektoral.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mendorong keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), untuk membangun ekosistem pariwisata yang mampu memberi dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto mengatakan, potensi pariwisata yang dimiliki Kaltara cukup beragam, mulai dari kekayaan alam, budaya hingga sejarah.
Namun, pengembangannya membutuhkan dukungan berbagai sektor agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi secara maksimal. Menurutnya, pembangunan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan program Dinas Pariwisata.
Akses jalan, infrastruktur, transportasi, pelayanan publik, promosi hingga investasi memiliki peran penting dalam menentukan berkembang atau tidaknya sebuah destinasi.
“Peningkatan PAD dari sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata. Tetapi seluruh OPD harus berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama meningkatkannya,” tegasnya, Kamis (27/8).
Ia menilai keterlibatan lintas OPD diperlukan sejak tahap perencanaan. Pemerintah perlu memetakan potensi yang tersebar di berbagai daerah.
Untuk menentukan destinasi yang memiliki daya tarik dan peluang ekonomi paling besar. Pemetaan tersebut juga menjadi dasar agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Setiap daerah dapat dikembangkan berdasarkan karakteristik dan keunggulan masing-masing. Kemudian diperkuat dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas yang sesuai. Potensi yang dimiliki harus dipetakan dan dikembangkan secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pengembangan pariwisata memiliki efek berganda yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Ketika sebuah destinasi berkembang dan jumlah kunjungan meningkat, aktivitas ekonomi ikut bergerak.
Pelaku usaha mikro dapat memperoleh pasar baru, sektor perhotelan mendapatkan tambahan pelanggan, jasa transportasi ikut tumbuh. Termaasuk usaha kuliner dan ekonomi kreatif yang berada di sekitar destinasi.
“Efek tersebut yang ingin dimanfaatkan Pemprov Kaltara untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.
Daerah lain yang berhasil mengembangkan pariwisata, lanjutnya, dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Kaltara. Namun, pola yang diterapkan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik daerah.
“Keberhasilan daerah lain dapat menjadi pembelajaran bagi kita,” katanya.
Untuk itu, sinergi antar-OPD diharapkan tidak berhenti pada koordinasi. Tetapi diwujudkan melalui dukungan program dan pembangunan yang saling melengkapi.
Infrastruktur pendukung, akses menuju destinasi, kualitas pelayanan, promosi serta iklim investasi perlu berjalan beriringan.
“Kami berharap pola kerja bersama tersebut mampu melahirkan destinasi yang lebih siap menerima wisatawan. Sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat lokal,” tutupnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi