Dua Sesar Aktif Melintas, BMKG Imbau Kaltara Perkuat Mitigasi Bencana Gempa

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:00 WIB
PERLU DIWASPADAI: Dua sesar aktif yang menjadi perhatian di wilayah Kaltara dan sekitarnya. (FAISAL/HRK)
PERLU DIWASPADAI: Dua sesar aktif yang menjadi perhatian di wilayah Kaltara dan sekitarnya. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA 
— Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki potensi gempa bumi yang perlu diantisipasi, meski sebagian besar aktivitas gempa yang terjadi selama ini berkekuatan kecil. 

Keberadaan sejumlah sesar aktif membuat mitigasi bencana menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Forecaster BMKG Tanjung Harapan Kabupaten Bulungan Agus, mengatakan terdapat dua sesar aktif yang menjadi perhatian di wilayah Kaltara dan sekitarnya.

Salah satunya Sesar Tarakan, sementara sesar lainnya berada di kawasan yang melintasi wilayah Berau hingga sekitar Tanjung Batu. 

Aktivitas pada sesar tersebut dapat memicu gempa dengan kekuatan tertentu. Dalam beberapa kejadian, getaran gempa yang pusatnya berada cukup jauh masih dapat dirasakan masyarakat di Tanjung Selor. 

“Untuk Kaltara memang ada dua sesar aktif, Sesar Tarakan dan sesar yang melintas di daerah Berau. Itu cukup sering memberikan gempa-gempa kecil,” bebernya, Selasa (25/8). 

Menurut dia, keberadaan gempa-gempa kecil menjadi bagian dari aktivitas tektonik yang perlu terus dipantau.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti setiap gempa kecil akan berkembang menjadi gempa besar. Meski demikian, potensi gempa dengan kekuatan lebih besar tetap ada. 

“Catatan sejarah menunjukkan wilayah perairan Tarakan pernah mengalami gempa cukup kuat yang bahkan menimbulkan tsunami,” jelasnya. 

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat kesiapsiagaan sejak dini. Mitigasi tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Tetapi harus dipersiapkan melalui edukasi masyarakat, pemetaan kawasan rawan dan kesiapan jalur evakuasi. 

“Langkah pemerintah daerah terutama untuk mitigasi bencana memang setidaknya harus dipersiapkan dari awal,” ujarnya. 

Ia juga menyebut aktivitas gempa perlu menjadi perhatian. Karena frekuensinya dalam beberapa tahun terakhir terpantau meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas tektonik di kawasan sekitar Kaltara tetap berlangsung. 

“Salah satu gempa yang terjadi sebelumnya juga sempat dirasakan masyarakat Tanjung Selor. Meski pusat gempa berada cukup jauh, getarannya tetap sampai ke wilayah tersebut,” kata dia. 

BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas kegempaan melalui jaringan sensor yang tersedia. Di Kaltara, salah satu sensor gempa berada di Kabupaten Tana Tidung. 

Keberadaan perangkat tersebut penting untuk mendukung pencatatan aktivitas seismik sekaligus memperkuat sistem pemantauan dini.

Namun, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko apabila sewaktu-waktu terjadi gempa kuat. 

“Pemerintah dan masyarakat diharapkan tidak menganggap gempa kecil sebagai sesuatu yang sepenuhnya aman. Edukasi mengenai tindakan saat gempa, kondisi bangunan. Serta jalur penyelamatan perlu dipersiapkan sebelum bencana terjadi,” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
BMKG Kaltara potensi gempa