Hadapi Kondisi Jalan Tanah dan Berbukit, Dishut Kaltara Sesuaikan Kapasitas Armada Pemadam

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 10:35 WIB
ATASI KARHUTLA: Kebakaran yang melanda wilayah Kalimantan Utara berusaha dipadamkan petugas gabungan. (HRK
ATASI KARHUTLA: Kebakaran yang melanda wilayah Kalimantan Utara berusaha dipadamkan petugas gabungan. (HRK

HARIAN RAKYAT KALTARA
– Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Utara didukung sembilan unit mobil tangki air yang disiapkan untuk mendistribusikan air ke lokasi kebakaran. 

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dinas Kehutanan Kaltara, Maryanto, mengatakan seluruh kendaraan tersebut memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter. Menurutnya, ukuran kendaraan disesuaikan dengan karakteristik medan di Kaltara. 

Banyak lokasi yang harus dijangkau petugas berada di jalan tanah dan memiliki kontur naik turun. 

"Kalau kapasitasnya terlalu besar, risikonya lebih tinggi ketika masuk jalan tanah. Kami harus mempertimbangkan agar kendaraan tidak mudah terguling," jelasnya, Minggu (16/8). 

Kondisi tersebut berbeda dengan kendaraan tangki yang digunakan untuk distribusi melalui jalan aspal. Kendaraan dengan kapasitas lebih besar dapat digunakan apabila akses jalannya mendukung. 

"Selain armada tangki, petugas di lapangan juga menggunakan peralatan pemadaman manual. Perlengkapan tersebut di antaranya jet shooter atau pompa punggung, cangkul, sekop, parang dan kapak," terangnya. 

Peralatan sederhana itu juga menjadi perlengkapan utama kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk di sejumlah desa rawan kebakaran. Maryanto menyebut Dinas Kehutanan bersama KPH telah membentuk 11 kelompok MPA. 

Kelompok tersebut dilibatkan dalam patroli, pemantauan serta penanganan awal apabila ditemukan titik api. 

"Kalau ada kejadian besar, mereka berkoordinasi dengan KPH. Nanti personel KPH turun membawa peralatan tambahan," bebernya. 

Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam menambah peralatan bagi kelompok masyarakat. Rencana pengadaan pompa untuk MPA belum dapat direalisasikan tahun ini. Karena kebutuhan anggarannya cukup besar. 

Menurut Maryanto, satu unit pompa standar untuk penanganan kebakaran dapat membutuhkan anggaran puluhan juta rupiah. Nilai tersebut belum termasuk perlengkapan pendukung lainnya. 

"Penguatan kapasitas kelompok masyarakat dilakukan secara bertahap. Dengan memprioritaskan desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi," pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
Dishut Kaltara karhutla