HARIAN RAKYAT KALTARA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat perekonomian Kaltara pada triwulan II 2026 tumbuh 4,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/y-on-y).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh mayoritas lapangan usaha yang masih mencatatkan kinerja positif, terutama sektor industri pengolahan.
Kepala BPS Kaltara Mustaqim, mengatakan sektor industri pengolahan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan pertumbuhan mencapai 28,06 persen.
Sementara itu, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas menjadi sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi, yakni 190,26 persen. Selain itu, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang tumbuh 34,34 persen.
“Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, juga tumbuh 8,68 persen,” ujarnya, Rabu (5/8).
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kaltara turut mencatat pertumbuhan sebesar 3,39 persen.
Namun, tidak semua sektor mengalami peningkatan. Lapangan usaha konstruksi masih mengalami kontraksi 3,23 persen.
Disusul pertambangan dan penggalian yang turun 1,96 persen serta transportasi dan pergudangan yang terkontraksi 0,42 persen.
Secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Kalimantan Utara pada triwulan II 2026 tumbuh 2,53 persen dibanding triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan tertinggi kembali dicatat sektor pengadaan listrik dan gas yang melonjak 182,66 persen, diikuti pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang 33,62 persen serta industri pengolahan sebesar 23,70 persen.
“Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian yang memiliki kontribusi terbesar terhadap struktur ekonomi Kaltara masih mengalami kontraksi tipis sebesar 0,19 persen pada periode tersebut. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 2,97 persen,” jelasnya.
BPS juga mencatat, secara kumulatif semester I 2026 terhadap semester I 2025 (cumulative-to-cumulative/c-to-c), ekonomi Kaltara tumbuh 5,09 persen.
Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang masih terkontraksi 2,55 persen.
Struktur ekonomi Kalimantan Utara masih didominasi lima lapangan usaha utama, yakni pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 26,21 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan 14,70 persen, perdagangan besar dan eceran. Serta reparasi mobil dan sepeda motor 14,19 persen, konstruksi 12,38 persen, serta industri pengolahan 10,51 persen.
“Kelima lapangan usaha tersebut memberikan kontribusi lebih dari 75 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Utara. Sehingga perkembangannya sangat menentukan arah pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi