Tekan Peredaran Narkoba Pesisir, Satresnarkoba Polres Tarakan Gencarkan Patroli Dan Sosialisasi

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 09:40 WIB
Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, Iptu Hendra Tri Susilo. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, Iptu Hendra Tri Susilo. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kawasan pesisir Tarakan masih mendominasi daftar lokasi pengungkapan kasus narkotika. 

Meski sejumlah bandar dan pengedar telah ditangkap dalam berbagai operasi penegakan hukum. Namun peredaran barang haram di wilayah pesisir belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.

Fenomena itu terlihat dari terus munculnya pelaku baru serta tingginya permintaan narkotika di sejumlah kawasan, terutama Selumit Pantai Kawasan Timbunan, Pantai Amal, hingga Juata Korpri.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Satresnarkoba Polres Tarakan. Berdasarkan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan sepanjang tahun ini, kawasan pesisir masih menjadi titik dengan intensitas penindakan tertinggi dibanding wilayah lainnya.

Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, Iptu Hendra Tri Susilo mengatakan, wilayah Selumit Pantai Kawasan Timbunan, Pantai Amal, dan Juata Korpri hingga kini masih menjadi lokasi yang paling sering ditemukan kasus penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

“Memang sampai saat ini daerah yang pengungkapannya masih tinggi antara lain Selumit Pantai, Timbunan, kemudian Pantai Amal, sampai Juata Korpri. Itulah lokasi-lokasi yang memang sampai sekarang masih tinggi pengungkapan kasusnya,” ujarnya, Senin (3/8).

Menurut Hendra, Pantai Amal menjadi salah satu kawasan yang memerlukan perhatian khusus karena permintaan narkotika di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

Kondisi itu membuat peredaran narkotika terus berlangsung, meskipun aparat telah berkali-kali menangkap pelaku maupun bandar.

“Pantai Amal ini sudah cukup lama seperti itu. Walaupun pelaku yang sudah kita amankan, yang bandarnya sudah kita tangkap, tetap ada lagi pemain baru yang muncul. Karena permintaan di sana memang cukup tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, tingginya permintaan diduga berkaitan dengan karakteristik pekerjaan sebagian masyarakat pesisir yang beraktivitas pada malam hari.

Mereka yang bekerja di sektor perikanan dan tambak, kerap beralasan menggunakan narkotika agar mampu bertahan saat bekerja hingga dini hari.

“Orang yang bekerja di perairan atau pertambakan sering begadang malam. Entah mencari kepiting atau panen rumput laut. Itulah alasan yang mereka sampaikan supaya bisa begadang dan merasa lebih kuat, walaupun itu jelas salah,” ungkapnya.

Hendra menegaskan, alasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Karena penggunaan narkotika justru membawa dampak buruk bagi kesehatan maupun keselamatan pengguna.

Selain pekerja sektor perikanan, pihaknya juga menemukan penyalahgunaan narkotika dilakukan oleh berbagai latar belakang profesi. Hal itu menunjukkan bahwa peredaran narkotika tidak hanya menyasar kelompok tertentu. Tetapi telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

“Pembelinya bervariasi. Ada petambak, pekerja perusahaan, karyawan perusahaan migas, sampai motoris speed,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan pola peredaran narkotika yang cukup dinamis. Ketika pasokan tidak tersedia di kawasan pesisir, para pengguna tidak berhenti mencari. Melainkan berpindah ke wilayah lain untuk memperoleh barang haram tersebut.

“Kalau barang itu tidak ada di sana, mereka mencarinya sampai ke kota,” tuturnya.

Meski pengungkapan kasus terus dilakukan, Satresnarkoba Polres Tarakan hingga kini belum menerima arahan pelaksanaan Operasi Antik dari Mabes Polri.

Operasi tersebut merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak berdasarkan telegram rahasia (TR) atau petunjuk dari Mabes Polri.

“Untuk saat ini kami belum mendapatkan arahan pelaksanaan Operasi Antik. Biasanya ada arahan atau TR dari Mabes Polri seperti operasi kepolisian yang lain dan dilaksanakan serentak se-Indonesia. Memang ada jadwalnya pada bulan-bulan tertentu,” tegas Hendra.

Kendati demikian, belum digelarnya Operasi Antik tidak menghentikan aktivitas penindakan di lapangan. Satresnarkoba tetap melaksanakan patroli, penyelidikan, serta pengungkapan kasus secara rutin. Termasuk di kawasan Kampung Bebas Narkoba yang berada di Selumit Pantai.

“Kita tetap melakukan pengungkapan dan patroli secara rutin, termasuk di Kampung Bebas Narkoba di Selumit Pantai. Pelaksanaan Operasi Antik juga bisa bersinergi dengan instansi lain. Tetapi tetap merupakan operasi khusus kepolisian,” katanya.

Di samping penegakan hukum, Polres Tarakan juga terus melaksanakan kegiatan pencegahan melalui penyuluhan kepada masyarakat.

Sosialisasi dilakukan dengan menyasar pelajar hingga masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir sebagai kelompok yang dinilai rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.

“Terakhir kami melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah saat tahun ajaran baru. Selain itu kami juga melakukan sosialisasi di kelurahan-kelurahan wilayah pesisir, seperti Selumit Pantai dan Pantai Amal. Pencegahan harus terus dilakukan sejak dini karena wilayah pesisir memang masih cukup tinggi,” pungkas Hendra. (sas/uno)

Editor : Nurismi
Satreskoba Polres Tarakan kawasan pesisir peredaran narkoba