Tepis Isu Hoaks di Medsos, Polisi Tegaskan Kasus Penganiayaan Gunung Selatan Masih Diselidiki

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB
DUGAAN BEGAL: Terduga korban begal saat diawasi oleh polisi di rumah sakit. (HRK)
DUGAAN BEGAL: Terduga korban begal saat diawasi oleh polisi di rumah sakit. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Dugaan penganiayaan dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Gunung Selatan, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah masih dilakukan penyelidikan oleh polisi. 

Namun beredar kabar di media sosial, kejadian tersebut diduga palsu. Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasi Humas, Iptu Rusli enggan menanggapi berita bohong soal dugaan penganiayaan tersebut. Hanya saja, ia menegaskan bahwa kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan.

“Sementara saksi-saksi sudah diperiksa, termasuk pelapor. Pelapornya ibu korban,” ujarnya, Senin (27/7).

Selain memeriksa para saksi, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan sudah berangsur pulih setelah sempat mengalami luka akibat dugaan penganiayaan.

Rusli menegaskan, penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mendasarkan setiap langkah pada hasil pemeriksaan saksi, barang bukti, serta keterangan lain yang diperoleh penyidik.

Karena itu, kepolisian belum dapat menyimpulkan kronologi maupun motif kejadian hingga seluruh rangkaian penyelidikan rampung.

“Kami mengingatkan masyarakat, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau yang dikenal sebagai begal. Masyarakat diminta tidak mudah lengah, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari,” pesannya.

Kepolisian mengimbau warga menghindari bepergian seorang diri di jalan yang sepi atau minim penerangan. Jika memungkinkan, masyarakat disarankan bepergian bersama rekan maupun anggota keluarga. Guna meminimalkan risiko menjadi sasaran pelaku kejahatan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menggunakan atau memperlihatkan barang-barang berharga secara berlebihan di tempat umum. Karena dapat memancing aksi kriminal.

Pengendara juga diingatkan memastikan kondisi kendaraan tetap prima, sserta menggunakan kunci pengaman tambahan sebagai langkah antisipasi.

“Kami juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap orang maupun kendaraan yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Apabila merasa diikuti atau berada dalam situasi yang berpotensi membahayakan. Masyarakat diminta segera mencari lokasi yang aman dan menghubungi aparat kepolisian,” tegas Rusli.

Rusli menambahkan, setiap informasi mengenai tindak pidana maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar diharapkan segera dilaporkan kepada kantor polisi terdekat atau melalui layanan Kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam.

Menurutnya, Polres Tarakan terus mengintensifkan patroli pada jam-jam yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas. Langkah preventif dan represif juga terus dilakukan bersamaan dengan penyelidikan terhadap setiap laporan yang diterima demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Kewaspadaan, kepedulian, serta partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas sehingga Kota Tarakan tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
isu hoaks dugaan pembegalan polres tarakan media sosial