Optimalisasi Sumur Produksi Berhasil Dorong Penyaluran Hulu Migas Kaltara Lampaui Target APBN

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:40 WIB
PAPARAN KINERJA: SKK Migas Kalsul memaparkan kinerja capaian lifting minyak mentah, Sabtu (25/7). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PAPARAN KINERJA: SKK Migas Kalsul memaparkan kinerja capaian lifting minyak mentah, Sabtu (25/7). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kinerja sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama tahun 2026. 

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) per 30 Juni 2026.

Capaian penyaluran (lifting) minyak mentah dan kondensat di Kaltara berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Analis Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, Mutiara Dinanti, mengungkapkan bahwa produksi minyak mentah dan kondensat di wilayah Kaltara mencatatkan angka 4.072 barel minyak per hari (barrel oil per day/bopd). Sementara itu, tingkat lifting minyak mentah dari Kaltara mencapai 4.114 bopd.

“Jika dibandingkan dengan target APBN yang ditetapkan sebesar 3.364 bopd. Capaian lifting minyak mentah dan kondensat Kaltara hingga semester I 2026 ini berhasil menyentuh angka 122 persen,” terang Mutiara Dinanti saat memaparkan materi dalam sosialisasi hulu migas, Sabtu (25/7).

Ia menjelaskan, efisiensi operasional dan optimalisasi sumur-sumur produksi di wilayah kerja Kaltara menjadi salah satu pendorong utama lampauinya target lifting tersebut.

Rata-rata lifting terhadap tingkat produksi di Kaltara bahkan mencapai 101 persen, yang menunjukkan bahwa seluruh hasil produksi dapat tersalurkan dengan sangat optimal tanpa kendala logistik yang berarti.

“Jika dilihat secara agregat nasional, kontribusi produksi minyak Kaltara menyumbang sekitar 0,71 persen dari total produksi nasional yang berada di angka 576.890 bopd. Sementara untuk lifting, Kaltara menyumbangkan 0,75 persen dari total nasional sebesar 574.353 bopd,” sebut Mutiara.

Sementara di sektor gas bumi, data status YTD (Year to Date) per 30 Juni 2026 mencatat angka produksi gas di Kaltara berada pada level 24 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).

Angka produksi ini telah memenuhi 100 persen dari target APBN Kaltara yang juga ditetapkan sebesar 24 mmscfd.

Adapun realisasi lifting gas bumi Kaltara berada di angka 19 mmscfd, atau sekitar 77 persen dari total produksi gas regional dan menyentuh 78 persen dari target APBN.

Secara keseluruhan, kontribusi gas Kaltara terhadap skala nasional berada pada kisaran 0,37 persen untuk produksi dan 0,36 persen untuk lifting.

“Secara gabungan (migas), total produksi Kaltara mencapai 8.383 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd) atau 0,48 persen nasional. Dengan tingkat lifting sebesar 7.433 boepd (97 persen dari target APBN sebesar 7.639 boepd),” ucapnya.

Mutiara menyelaraskan bahwa keberhasilan penyaluran energi ini didukung oleh kesiapan infrastruktur titik serah di lapangan.

Khusus di wilayah Kaltara, saat ini terdapat 2 Titik Serah Minyak Mentah/Kondensat (MMK) serta 11 Titik Salur Gas yang beroperasi secara aktif untuk menyokong distribusi ke pengguna akhir maupun fasilitas penampungan.

Selain operasional eksisting, potensi pengembangan hulu migas di Kaltara juga masih terbuka lebar. Berdasarkan peta Wilayah Kerja (WK) Migas regional per 1 Juni 2026, terdapat 25 WK Eksploitasi dan 13 WK Eksplorasi yang tersebar di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Termasuk beberapa blok strategis yang berada di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore) Perairan Kaltara dan Ambalat.

Industri hulu migas memiliki karakteristik yang unik, yaitu sarat dengan modal (capital intensive), teknologi tinggi, SDM berpengalaman, serta risiko dan ketidakpastian yang tinggi. 

Oleh karena itu, skema Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Hulu Migas terus dikelola dengan ketat. Agar dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi negara dan daerah. (sas/uno)

Editor : Nurismi
lifting minyak Kaltara apbn skk migas