HARIAN RAKYAT KALTARA— Aktivitas angkutan sungai dan penyeberangan (ASDP) menggunakan speedboat di Kalimantan Utara mengalami penurunan pada Mei 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat jumlah penumpang, baik yang berangkat maupun datang melalui pelabuhan speedboat, turun 6,94 persen dibandingkan April 2026.
Kepala BPS Kaltara Mustaqim, mengatakan pada Mei 2026 jumlah penumpang speedboat tercatat sebanyak 73.016 orang, turun dari 78.463 orang pada April 2026.
Meski mengalami penurunan secara bulanan, secara kumulatif jumlah penumpang selama Januari hingga Mei 2026 masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang speedboat meningkat 0,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya, Senin (20/7).
Berdasarkan data BPS, Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan menjadi pelabuhan dengan peningkatan jumlah penumpang berangkat tertinggi pada Mei 2026.
Jumlah penumpang yang berangkat melalui pelabuhan tersebut mencapai 22.550 orang atau meningkat 5,79 persen dibandingkan April 2026 yang sebanyak 21.316 orang.
“Selain Bulungan, kenaikan juga terjadi di Pelabuhan Tana Tidung. Jumlah penumpang berangkat melalui pelabuhan tersebut naik 12,35 persen dari 1.635 orang menjadi 1.837 orang,” kata dia.
Sebaliknya, beberapa pelabuhan utama lainnya justru mengalami penurunan. Pelabuhan Tengkayu I Tarakan mencatat penurunan terbesar dari sisi volume penumpang, yakni 11,99 persen menjadi 35.213 orang. Penurunan juga terjadi di Pelabuhan Malinau sebesar 18,09 persen dan Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan
9,31 persen.
“Kondisi serupa juga terlihat pada arus penumpang datang. Jumlah penumpang yang tiba melalui seluruh pelabuhan speedboat pada Mei 2026 juga tercatat sebanyak 73.016 orang atau turun 6,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.
Penurunan paling tajam terjadi di Pelabuhan Malinau yang mencapai 27,72 persen. Sementara Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor mengalami penurunan 10,30 persen dan Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan turun 5,11 persen.
Adapun Pelabuhan Tana Tidung menjadi satu-satunya pelabuhan yang mencatat peningkatan penumpang datang sebesar 3,62 persen.
Meski aktivitas angkutan speedboat melemah pada Mei, data kumulatif menunjukkan layanan transportasi sungai dan penyeberangan di Kalimantan Utara masih tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang mencapai 379.640 orang. Meningkat 0,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Menurutnya, transportasi sungai dan penyeberangan masih memegang peranan penting sebagai penghubung antardaerah di Kalimantan Utara. Terutama wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat maupun udara.
“Karena itu, perkembangan jumlah penumpang speedboat tetap menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi,” tuturnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi