HARIAN RAKYAT KALTARA - Kabupaten Nunukan tercatat sebagai daerah dengan tingkat migrasi masuk tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 lalu, menunjukkan 41,21 persen penduduk yang kini bermukim di Nunukan berasal dari luar kabupaten tersebut.
Kepala BPS Kalimantan Utara Mustaqim mengungkapkan, Kaltara adalah provinsi yang sangat dinamis secara demografis. Tingginya angka migran mencerminkan daya tarik wilayah ini bagi penduduk dari luar.
SUPAS 2025 lalu mencatat, sekitar 33 dari 100 penduduk Kaltara merupakan migran seumur hidup. Setelah Nunukan, Kota Tarakan berada di posisi kedua dengan migrasi masuk 40,22 persen, disusul Tana Tidung 39,71 persen, Bulungan 36,50 persen, dan Malinau terendah 20,46 persen.
“Uniknya, Tarakan sekaligus menjadi daerah dengan migrasi keluar tertinggi, yakni 14,57 persen. Kota ini berperan ganda sebagai tujuan pendatang sekaligus kota yang banyak ditinggalkan warganya,” ungkapnya, Kamis (18/6).
Meski begitu, migrasi neto Tarakan tetap positif di angka 25,65 persen. Karena jumlah penduduk masuk masih lebih besar dari yang pergi.
Dalam pengukuran migrasi risen perpindahan penduduk lima tahun terakhir Kabupaten Tana Tidung tampil mengejutkan.
Dengan migrasi risen neto tertinggi se-Kaltara sebesar 4,12 persen. Angka ini menandakan semakin kuatnya daya tarik daerah tersebut sebagai tujuan perpindahan baru.
“Kabupaten Nunukan tetap positif dengan neto 0,95 persen, sementara Bulungan mencatat neto 0,91 persen, ditopang keberadaan pusat pemerintahan provinsi di Tanjung Selor,” jelasnya.
Sebaliknya, Tarakan mencatat migrasi risen neto terendah yakni -3,94 persen. Migrasi keluar 6,74 persen jauh melampaui masuk 2,81 persen. Malinau pun serupa dengan neto -1,93 persen.
“Angka negatif di Tarakan mengindikasikan penduduk lebih memilih berpindah ke daerah lain yang menawarkan peluang baru. Kajian mendalam perlu dilakukan,” tegasnya.
Ia berharap data SUPAS 2025 menjadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan. Mulai dari perencanaan tata ruang hingga program pemberdayaan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Kaltara. (fai/uno)
Editor : Nurismi