Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Aktivitas Industri Kaltara Masih Melambat, Nilai Impor Januari—April 2026 Anjlok 53 Persen

Nurismi • Rabu, 10 Juni 2026 | 07:20 WIB
AKTIVITAS INDUSTRI: Penurunan nilai impor pada periode Januari—April 2026 disebabkan turunnya impor komoditas hasil industri dan hasil tambang. (HRK)
AKTIVITAS INDUSTRI: Penurunan nilai impor pada periode Januari—April 2026 disebabkan turunnya impor komoditas hasil industri dan hasil tambang. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA -  Aktivitas industri di Kalimantan Utara (Kaltara) masih menunjukkan perlambatan. Indikasi tersebut terlihat dari turunnya nilai impor bahan penunjang industri yang menjadi komponen terbesar dalam perdagangan luar negeri daerah. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, total impor Januari—April 2026 tercatat sebesar USD 124,51 juta atau turun 53,60 persen. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai USD 268,37 juta. 

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, penurunan impor tersebut terutama dipicu merosotnya impor barang hasil industri yang selama ini mendominasi struktur impor daerah. 

“Penurunan nilai impor pada periode Januari—April 2026 disebabkan oleh turunnya impor komoditas hasil industri dan hasil tambang. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Data BPS menunjukkan impor hasil industri sepanjang Januari hingga April 2026 hanya mencapai USD 115,53 juta. Angka ini turun 56,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 266,75 juta. 

Tidak hanya sektor industri, impor hasil tambang juga mengalami kontraksi sangat dalam. Nilainya tercatat hanya USD 0,09 juta atau merosot 94,41 persen dibandingkan Januari—April 2025 yang mencapai USD 1,62 juta. 

“Besarnya penurunan impor industri dinilai menjadi gambaran, masih melambatnya aktivitas produksi dan kebutuhan bahan baku maupun barang modal yang digunakan sektor usaha di Kaltara. Kondisi ini juga menunjukkan geliat investasi dan ekspansi industri belum sepenuhnya pulih pada awal tahun ini,” ungkapnya. 

Meski demikian, terdapat sinyal perbaikan pada April 2026. Nilai impor Kaltara tercatat sebesar USD 33,18 juta atau meningkat 35,11 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di angka USD 24,56 juta.

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya impor nonmigas yang sebagian besar berasal dari kebutuhan sektor industri. 

Nilai impor nonmigas pada April mencapai USD 30,23 juta, naik 57,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar USD 19,20 juta. 

“Namun secara tahunan, kinerja impor masih jauh tertinggal. Nilai impor April 2026 tercatat turun 48,87 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai USD 64,90 juta,” jelasnya. 

Dari sisi negara asal, Tiongkok masih menjadi pemasok utama barang impor ke Kaltara. Selama Januari—April 2026, impor nonmigas dari negara tersebut mencapai USD 65,14 juta atau berkontribusi 53,50 persen terhadap total impor nonmigas Kaltara. 

Selain Tiongkok, impor nonmigas juga berasal dari Vietnam sebesar USD 17,78 juta dan Singapura sebesar USD 14,44 juta.

Sementara untuk komoditas migas, hampir seluruh pasokan juga berasal dari Tiongkok dengan nilai mencapai USD 8,49 juta. 

Meski pada April mulai terlihat peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, data empat bulan pertama tahun ini menunjukkan aktivitas industri di Kaltara masih bergerak lebih lambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#aktivitas industri #BPS Kaltara