HARIAN RAKYAT KALTARA — Keluarga pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit kini memiliki tempat beristirahat gratis di Kota Tarakan.
Rumah Singgah Bunda Rahmawati yang berada di Jalan Pulau Irian, Kelurahan Kampung Satu Skip, tepat di samping Rumah Sakit dr Jusuf SK, resmi dibuka dan mulai dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu keluarga pasien, khususnya yang berasal dari luar Kota Tarakan. Agar memiliki tempat tinggal sementara yang layak selama mendampingi anggota keluarganya menjalani pengobatan.
Peresmian rumah singgah dilakukan pada Senin (1/6) dan dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah serta masyarakat.
Kehadiran fasilitas itu diharapkan dapat mengurangi beban keluarga pasien yang selama ini kerap kesulitan mencari tempat beristirahat di sekitar rumah sakit.
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara) Rahmawati mengatakan, gagasan pembangunan rumah singgah berangkat dari kondisi yang sering ditemuinya saat mengunjungi rumah sakit.
Menurutnya, banyak keluarga pasien yang datang dari daerah lain harus bertahan di lingkungan rumah sakit selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Keterbatasan tempat membuat mereka terpaksa beristirahat di musala, lorong, maupun bangku yang tersedia di area rumah sakit.
“Saya sering berkunjung ketika menjumpai orang di rumah sakit. Kebanyakan pengantar pasien, justru ketika pasiennya sembuh, mereka yang jadi sakit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut umumnya dialami keluarga pasien yang berasal dari kabupaten lain di Kaltara, wilayah pedalaman maupun kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang harus menjalani rujukan pengobatan di Tarakan.
Karena ingin tetap berada dekat dengan anggota keluarga yang dirawat, mereka memilih bertahan di sekitar rumah sakit. Meskipun tidak memiliki tempat istirahat yang memadai.
“Karena tidak ada tempat yang layak untuk tidur. Mereka tidur di musala, bangku-bangku atau tempat lainnya. Ketika pasien sembuh, yang menjaga justru ikut sakit,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Rumah Singgah Bunda Rahmawati menyediakan 14 kamar yang dapat digunakan secara gratis oleh keluarga pasien.
Fasilitas itu juga dilengkapi empat kamar mandi, masing-masing dua unit di lantai bawah dan dua unit di lantai atas.
Selain memberikan tempat beristirahat yang lebih nyaman, keberadaan rumah singgah diharapkan membantu keluarga pasien menjaga kondisi fisik selama mendampingi proses pengobatan.
Rahmawati berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang mengalami kesulitan ekonomi saat menjalani pengobatan di Tarakan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Tarakan Ibnu Saud, menyambut baik hadirnya rumah singgah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan sosial bagi warga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dan membutuhkan tempat tinggal sementara selama berada di Tarakan.
“Dengan adanya rumah singgah ini menjadi bentuk kehadiran negara. Apalagi ini diinisiasi oleh Ibu Rahmawati sebagai anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara. Artinya negara hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rumah singgah diprioritaskan untuk keluarga pasien dari luar Kota Tarakan maupun masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat.
Penggunaannya tidak dibatasi berdasarkan asal daerah, selama memang memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan.
“Yang penting mereka membutuhkan dan ada keluarga yang sedang dirawat. Ini untuk warga yang kesulitan dan membutuhkan tempat singgah,” katanya.
Ibnu menilai lokasi rumah singgah yang berada tepat di samping rumah sakit menjadi keunggulan tersendiri.
Kedekatan akses memungkinkan keluarga pasien tetap mudah menjangkau ruang perawatan ketika dibutuhkan sewaktu-waktu.
Menurutnya, kehadiran anggota keluarga di dekat pasien juga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan moral, selama proses penyembuhan berlangsung.
“Kadang persoalan kesehatan juga dipengaruhi faktor psikologis. Kehadiran keluarga bisa memberikan semangat bagi pasien untuk sembuh. Karena itu akses yang dekat dengan rumah sakit menjadi sangat penting,” tuturnya.
Pemerintah Kota Tarakan berharap keberadaan rumah singgah tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat. Yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh tempat tinggal sementara, saat mendampingi keluarga menjalani pengobatan.
Ke depan, pengelolaan fasilitas akan terus dievaluasi agar pelayanan yang diberikan tetap berjalan optimal dan memberikan kenyamanan bagi seluruh penghuni.
“Yang terpenting rumah singgah ini bisa menjadi tempat yang layak, nyaman dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” harapnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi