HARIAN RAKYAT KALTARA. — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur pertanian.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah menilai kemudahan akses distribusi hasil panen menjadi faktor penting untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Heri Rudiyono mengatakan, salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah pembangunan jalan usaha tani yang menghubungkan sentra-sentra produksi dengan kawasan permukiman maupun pasar.
Menurutnya, luas wilayah Kaltara dan jarak antardaerah yang cukup jauh kerap menjadi kendala bagi petani dalam mendistribusikan hasil panen. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya biaya angkut yang harus ditanggung petani.
“Karena itu pembangunan jalan usaha tani menjadi sangat penting. Infrastruktur yang baik akan memudahkan petani mengangkut hasil panen dan menekan biaya distribusi,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, penguatan sektor pertanian tidak bisa hanya mengandalkan perluasan lahan pertanian semata.
Infrastruktur pendukung harus dibangun secara beriringan. Agar peningkatan produksi yang dicapai dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.
“Dengan akses yang semakin baik, hasil pertanian diharapkan dapat lebih cepat sampai ke pasar. Sehingga kualitas produk tetap terjaga dan nilai jualnya meningkat,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah melihat adanya peluang besar untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian seiring meningkatnya dukungan pemerintah pusat terhadap program ketahanan pangan nasional.
Menurut Heri, perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pangan memberikan ruang lebih luas bagi daerah untuk mengembangkan berbagai program pertanian. Termasuk di wilayah perbatasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Dukungan pemerintah pusat saat ini sangat besar terhadap sektor pertanian. Ini menjadi momentum bagi daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi sejumlah daerah di Kaltara yang belum sepenuhnya mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
Beberapa wilayah dengan jumlah penduduk cukup besar masih mengandalkan pasokan bahan pangan dari luar daerah.
“Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kemandirian pangan dinilai sebagai salah satu indikator penting dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.
Untuk mengatasinya, Pemprov Kaltara terus mendorong berbagai program strategis. Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, perluasan areal tanam, pembangunan infrastruktur, hingga membuka peluang investasi di sektor pertanian.
“Melalui langkah tersebut, kami berharap sektor pertanian Kaltara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi