Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kelola Sampah Organik Jadi Cuan, Program BLACKGOLD Pertamina FT Tarakan Sukses Dorong Ekonomi Sirkular

Nurismi • Minggu, 31 Mei 2026 | 07:20 WIB
TJSL: Salah satu program TJSL yang dijalankan Pertamina di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan. (PERTAMINA UNTUK HRK)
TJSL: Salah satu program TJSL yang dijalankan Pertamina di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan. (PERTAMINA UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus diperkuat, melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan. 

Program-program tersebut tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek. Tetapi juga diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif berbasis potensi lokal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, seluruh program TJSL yang dijalankan perusahaan dirancang untuk memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Menurutnya, pendekatan yang diterapkan perusahaan lebih menitikberatkan pada penguatan kapasitas Masyarakat.

Agar mampu mengelola potensi daerahnya secara mandir, sekaligus menciptakan solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Program-program TJSL yang dijalankan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek. Tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat, penguatan kapasitas komunitas. Serta menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap tantangan sosial dan lingkungan di wilayah operasional perusahaan,” ujar Edi, Kamis (28/5) lalu.

Berbagai program unggulan pun dijalankan di sejumlah wilayah operasional Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Di Integrated Terminal (IT) Banjarmasin misalnya, program PASAR TERAS BERSAMA dikembangkan melalui pengelolaan sampah organik, budidaya ikan lele, edukasi kesehatan masyarakat, hingga penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.

“Sementara di IT Pontianak, Pertamina menghadirkan transformasi Posyandu Aster melalui layanan kesehatan digital terintegrasi yang berbasis pemberdayaan perempuan dan mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat,” jelasnya.

Di Fuel Terminal (FT) Tarakan, perusahaan menjalankan program BLACKGOLD yang mengusung konsep ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah organik, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Serta penguatan ketahanan pangan masyarakat sekitar. Beragam inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat juga dikembangkan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio. 

“Program tersebut meliputi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, pemberdayaan perempuan, hingga pengelolaan lahan gambut berkelanjutan,” ucap Edi.

Pada sektor pendidikan dan lingkungan, AFT Syamsudin Noor menghadirkan program Eco Green School yang mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan. Sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

Sedangkan AFT Sepinggan menjalankan program TALISERA yang berfokus pada pengelolaan limbah organik rumah tangga berbasis ekonomi sirkular. Guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Melalui berbagai program TJSL tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga terus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). 

“Khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim serta pembangunan komunitas yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Edi. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#PT Pertamina Patra Niaga Tarkaan #TJSL #limbah #ketahanan pangan