Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Ekonomi Kaltara Tumbuh Kuat 5,23 Persen, Sektor Belanja Pemerintah Jadi Bos Penopang Utama

Nurismi • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:35 WIB
EKONOMI KALTARA: Konsumsi pemerintah menjadi penyumbang pertumbuhan paling tinggi dibanding komponen lainnya. (FAISAL/HRK)
EKONOMI KALTARA: Konsumsi pemerintah menjadi penyumbang pertumbuhan paling tinggi dibanding komponen lainnya. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 (year on year/y-on-y) sebesar 5,23 persen. 

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi ditopang oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim mengatakan, seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan positif pada periode tersebut. 

Namun, konsumsi pemerintah menjadi penyumbang pertumbuhan paling tinggi dibanding komponen lainnya. 

“Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 16,88 persen,” ujarnya, Kamis (28/5) lalu. 

Selain konsumsi pemerintah, pertumbuhan juga terjadi pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,01 persen.

Sementara pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh 5,96 persen dan konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 4,59 persen. 

“Di sektor perdagangan luar negeri, ekspor barang dan jasa tercatat tumbuh sebesar 4,24 persen. Sedangkan impor barang dan jasa yang menjadi faktor pengurang dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga meningkat 5,15 persen,” sebut dia. 

Menurut Mustaqim, pertumbuhan konsumsi pemerintah menunjukkan masih tingginya aktivitas belanja pemerintah daerah maupun pusat. Berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi di Kalimantan Utara. 

“Struktur PDRB Kaltara dari sisi pengeluaran pada triwulan I-2026 tidak mengalami perubahan signifikan dibanding periode sebelumnya,” terangnya. 

Perekonomian Kaltara masih didominasi oleh komponen ekspor barang dan jasa dengan kontribusi mencapai 103,83 persen.

Sementara PMTB memberikan kontribusi sebesar 28,12 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga 15,05 persen. 

Selain itu, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah berkontribusi 5,74 persen dan konsumsi LNPRT sebesar 0,75 persen. Sedangkan perubahan inventori tercatat sebesar 0,21 persen. Komponen impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB memiliki peran 53,70 persen. 

Ia menilai pertumbuhan ekonomi Kaltara pada awal 2026 menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak positif di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. 

Penguatan konsumsi pemerintah, investasi dan aktivitas rumah tangga menjadi faktor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Kami berharap tren pertumbuhan tersebut dapat terus terjaga melalui peningkatan aktivitas investasi, penguatan sektor usaha serta daya beli masyarakat di Kaltara,” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#BPS Kaltara #Ekonomi Kaltara