Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tembus Lintas Negara, Jalur Kereta Api Kaltara Diproyeksikan Tersambung Hingga ke Sabah Malaysia!

Nurismi • Selasa, 26 Mei 2026 | 09:20 WIB
Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius. (HRK)
Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya diproyeksikan menghubungkan antarwilayah di dalam provinsi. Tetapi juga berpotensi terkoneksi hingga ke wilayah Sabah, Malaysia. 

Kepala Bapperida Kaltara Bertius mengatakan, konsep pengembangan jalur kereta api di wilayah utara Kalimantan memang diarahkan sebagai jaringan transportasi strategis. Yang mendukung konektivitas kawasan perbatasan dan pertumbuhan ekonomi regional. 

Menurutnya, rute kereta api yang telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kaltara dirancang melintasi sejumlah kawasan penting. Mulai dari Berau, Tanjung Selor, Malinau hingga Semanggaris yang berbatasan langsung dengan Malaysia. 

“Rencana jalurnya memang mengarah sampai Semanggaris. Itu nantinya akan terkoneksi dengan rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara,” ujarnya, Senin (25/5). 

Ia menjelaskan, keberadaan jalur kereta api hingga kawasan perbatasan membuka peluang terjadinya konektivitas lintas negara, khususnya dengan Sabah, Malaysia. Namun, realisasi rencana tersebut tetap bergantung pada kesiapan investasi dan kerja sama antarpihak. 

“Kalau nantinya berkembang sampai ke wilayah Malaysia tentu sangat memungkinkan. Tapi itu kembali lagi pada siapa investornya dan bagaimana kerja sama yang dibangun,” ungkapnya. 

Bertius menegaskan, pemerintah provinsi pada dasarnya telah menyiapkan arah kebijakan untuk mendukung pembangunan transportasi kereta api.

Namun untuk pelaksanaan teknis dan pembiayaan masih membutuhkan dukungan investor, karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah. 

“Pemerintah provinsi sudah menyiapkan arah kebijakannya. Sekarang tinggal bagaimana investasi bisa masuk untuk mendukung pembangunan tersebut,” jelasnya. 

Ia menambahkan, konsep awal pembangunan kereta api sebenarnya sudah pernah disusun pada 2015—2016. Akan tetapi, hingga kini dokumen perencanaannya perlu diperbarui menyesuaikan kondisi ekonomi dan kebutuhan pembangunan terbaru. 

Selain untuk memperkuat konektivitas, keberadaan jalur kereta api juga dinilai berpotensi membuka akses logistik, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat antarwilayah di Kalimantan Utara dan kawasan perbatasan. 

“Kalau ini bisa terealisasi, tentu dampaknya besar untuk pertumbuhan ekonomi. Terutama di wilayah perbatasan yang selama ini membutuhkan akses transportasi yang lebih baik,” harapnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#mega proyek #perbatasan #kereta api #pemprov kaltara