HARIAN RAKYAT KALTARA - Badab Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 (year on year/y-on-y) mencapai 5,23 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah lapangan usaha strategis. Dengan sektor konstruksi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi.
Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif.
Namun, terdapat dua sektor yang mengalami kontraksi, yakni pertambangan dan penggalian sebesar 3,13 persen. Serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang yang terkontraksi 0,32 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan I-2026 tumbuh 5,23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (25/5).
Menurut Mustaqim, sektor konstruksi menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 17,62 persen.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas pembangunan di Kaltara masih terus bergerak dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah.
“Selain konstruksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga tumbuh signifikan sebesar 15,90 persen. Sementara administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 13,56 persen,” ungkapnya.
Di sisi lain, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 9,92 persen. Sedangkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang menjadi salah satu lapangan usaha dominan di Kaltara tumbuh 2,23 persen.
Meski demikian, secara kuartalan atau quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Kaltara pada triwulan I-2026 mengalami kontraksi sebesar 3,50 persen dibanding triwulan IV-2025.
Mustaqim mengatakan, kontraksi terdalam terjadi pada sektor konstruksi sebesar 12,04 persen. Disusul administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 7,41 persen.
“Secara q-to-q, beberapa lapangan usaha mengalami penurunan setelah tingginya aktivitas pada triwulan sebelumnya,” imbuhnya.
Namun demikian, masih ada sektor yang mencatat pertumbuhan positif secara kuartalan. Seperti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 3,05 persen serta industri pengolahan sebesar 2,38 persen.
BPS juga mencatat struktur ekonomi Kaltara masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 25,73 persen.
Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 14,91 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor 14,23 persen, konstruksi 13,80 persen dan industri pengolahan 8,98 persen.
“Kelima lapangan usaha tersebut memberikan kontribusi sebesar 77,65 persen terhadap perekonomian Kalimantan Utara,” sebut dia.
Ia menilai pertumbuhan sejumlah sektor strategis menunjukkan aktivitas ekonomi di Kaltara masih bergerak positif di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. (fai/uno)
Editor : Nurismi