HARIAN RAKYAT KALTARA — Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kalimantan Utara mulai dilaksanakan, dengan melibatkan puluhan peserta terbaik dari kabupaten dan kota.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara Jonilius mengatakan, seleksi dilakukan secara ketat dan melibatkan sejumlah tim profesional dari berbagai instansi.
“Kalau teknis seleksi ini kita ada tim seleksi. Dari sisi kesehatan melibatkan Bidokkes Polda Kaltara. Kemudian tes kesamaptaan dari Polda dan Korem, sedangkan psikologi dari UBT,” ujarnya, Jumat (22/5).
Selain tes fisik dan kesehatan, peserta juga wajib mengikuti Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang langsung terhubung dengan sistem Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pusat.
Menurut Jonilius, dua tes tersebut menjadi tahapan paling menentukan karena menggunakan sistem gugur.
“TIU dan TWK ini sistem gugur. Kalau tidak mencapai ambang batas, otomatis tidak bisa lanjut,” jelasnya.
Ia menjelaskan, nilai ambang batas yang ditetapkan untuk masing-masing tes adalah minimal 70 poin.
“Kalau sudah memenuhi nilai itu, baru bisa lanjut ke tahapan berikutnya. Jadi ini murni hasil kemampuan anak-anak,” tegasnya.
Tahun ini, sebanyak 45 peserta mengikuti proses seleksi Paskibraka tingkat provinsi. Dari jumlah tersebut nantinya akan dipilih 29 orang terbaik untuk bertugas di tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
“Yang kita gunakan di provinsi itu 27 orang, dengan asumsi dua orang nantinya dikirim ke pusat,” terangnya.
Namun sebelum penetapan final, pemerintah provinsi terlebih dahulu akan mengirim tiga pasang peserta terbaik atau enam orang untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
Dari enam peserta tersebut, nantinya akan dipilih dua orang terbaik yang mewakili Kaltara sebagai anggota Paskibraka Nasional.
“Jadi kita kirim tiga pasang ke pusat. Nanti yang terpilih dua orang di nasional, sisanya kembali bertugas di provinsi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses seleksi tingkat daerah dijadwalkan berlangsung hingga 22 Mei mendatang. Meski nama 29 peserta terbaik sudah dipersiapkan, pengumuman resmi masih menunggu hasil seleksi nasional.
“Penetapan tetap 29 orang, tetapi kita tunggu dulu hasil seleksi pusat agar diketahui siapa yang lolos nasional,” ujarnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi