Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sebut Antrean SPBU 'Penyakit Menahun' Kaltara, Ketua DPRD Achmad Djufrie: Biar Harga Naik Tetap Saja Macet!

Nurismi • Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:25 WIB
KUOTA TERBATAS: Salah satu penyebab utama panjangnya antrean BBM di SPBU karena keterbatasan kuota BBM. (HRK)
KUOTA TERBATAS: Salah satu penyebab utama panjangnya antrean BBM di SPBU karena keterbatasan kuota BBM. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Persoalan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Utara kembali menjadi sorotan. 

DPRD Kaltara menilai masalah tersebut bukan kejadian baru. Melainkan persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum terselesaikan secara maksimal. 

Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie mengatakan, salah satu penyebab utama panjangnya antrean BBM di SPBU karena keterbatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) yang diberikan untuk wilayah Kaltara. 

“Di Kaltara ini kuota kita memang sangat terbatas. Kuota yang diberikan Pertamina itu tidak cukup,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, kebutuhan BBM masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara distribusi kuota yang diterima daerah dinilai belum mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan tersebut. 

Ia menegaskan, penambahan kuota BBM harus menjadi perjuangan bersama antara pemerintah daerah, DPRD, hingga pihak terkait lainnya agar persoalan antrean panjang tidak terus terjadi. 

“Kuotanya memang harus kita kejar. Kita harus bersama-sama mendesak Pertamina agar ada penambahan kuota,” katanya. 

Ia mencontohkan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD yang aktif memperjuangkan tambahan kuota BBM ke pemerintah pusat dan Pertamina di Jakarta. 

Meski harga BBM mengalami penyesuaian, kondisi antrean di SPBU disebut masih tetap terjadi hampir setiap hari. Hal tersebut, menurutnya, menjadi persoalan serius yang perlu segera mendapatkan solusi konkret. 

“Walaupun harga naik, antrean tetap panjang. Itu masih menjadi penyakit di daerah kita,” tegasnya. 

Ia berharap seluruh masyarakat Kaltara dapat menikmati distribusi BBM secara adil dan tepat sasaran tanpa harus menghadapi antrean panjang maupun kesulitan mendapatkan bahan bakar. 

“Kami juga mendorong adanya penguatan pengawasan distribusi BBM di lapangan agar penyaluran berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” tukasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#antrean BBM #DPRD Kaltara #PT Pertamina Patra Niaga #pemprov kaltara