Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Gak Cuma Nonton Festival, Dispar Kaltara Mulai Padukan Wisata Budaya dengan Keindahan Alam Pedalaman

Nurismi • Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB
ILUSTRASI: Kaltara miliki potensi budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan. (HRK)
ILUSTRASI: Kaltara miliki potensi budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Festival budaya dan event daerah menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai kabupaten dan kota di Kaltara. 

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara Njau Anau menerangkan, keberadaan event budaya diyakini mampu menarik wisatawan. Sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luar. 

“Hampir seluruh wilayah di Kaltara memiliki potensi budaya yang kuat dan dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan,” terangnya, Minggu (17/5). 

Di Kota Tarakan, budaya masyarakat Tidung menjadi salah satu potensi besar yang terus dikembangkan. Sementara di Kabupaten Bulungan, wisata sejarah Kesultanan Bulungan dinilai memiliki nilai historis tinggi. 

Sedangkan Kabupaten Malinau disebut berhasil mengemas budaya lokal menjadi atraksi wisata yang menarik melalui berbagai kegiatan budaya daerah.

Jika ada event budaya, orang pasti datang. Dari situ hotel terisi, transportasi bergerak, kuliner hidup dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh. 

Salah satu contoh yang dinilai berhasil adalah pelaksanaan Iraw Tengkayu di Tarakan dan Iraw Malinau di Kabupaten Malinau.

Kedua event tersebut dianggap mampu menjadi magnet wisata tahunan karena memadukan budaya, hiburan dan promosi wisata daerah. 

“Kami juga menilai konsep wisata budaya harus terintegrasi dengan kunjungan ke destinasi wisata alam agar wisatawan memiliki pengalaman yang lebih lengkap,” jelasnya. 

Selain budaya, wisata alam seperti arung jeram Sungai Kayan, kawasan Kayan Mentarang, hingga desa wisata di pedalaman Malinau tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan minat khusus. 

Namun, pengembangan pariwisata dinilai tidak cukup hanya mengandalkan objek wisata. Pemerintah menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses transportasi dan pelayanan kepada wisatawan. 

“Kuncinya bagaimana orang datang lalu ingin datang lagi. Itu berarti akses harus bagus, pelayanan bagus dan pengelola wisatanya juga berkualitas,” bebernya. 

Karena itu, pengembangan sektor pariwisata disebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, tidak hanya dinas pariwisata. Tetapi juga instansi lain seperti pekerjaan umum dan perhubungan. 

Pemprov Kaltara berharap seluruh daerah di Kaltara dapat menyusun arah pengembangan wisata yang fokus dan terintegrasi. Agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. 

“Semua daerah punya keunggulan masing-masing. Tinggal bagaimana dikemas dan dipromosikan dengan baik supaya menjadi kekuatan wisata Kaltara ke depan,” tutupnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#Pempeov Kaltara #wisata #budaya