HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menyiapkan proyek penyediaan air bersih untuk mendukung kebutuhan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning- Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.
Kepala Dinas PUPR Perkim Kaltara Helmi mengatakan, kebutuhan air bersih akan menjadi salah satu faktor penting. Dalam mendukung perkembangan industri dan pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut.
Menurutnya, lonjakan aktivitas industri di Tanah Kuning-Mangkupadi diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan air bersih dalam jumlah besar. Sehingga pemerintah mulai menyiapkan sumber air baku sejak sekarang.
“Untuk mendukung industri hijau Indonesia di Tanah Kuning, kebutuhan air bersih pasti sangat menentukan sekali. Karena itu harus disiapkan mulai sekarang,” ujarnya, Selasa (12/5).
Pemerintah daerah telah menyiapkan tiga titik intake atau pengambilan air baku yang akan ditawarkan kepada investor. Ketiga sumber air tersebut berasal dari Sungai Binai, Sungai Pindada, dan Sungai Tanah Kuning.
Ia menilai proyek penyediaan air bersih memiliki prospek besar. Karena akan menjadi kebutuhan utama bagi kawasan industri maupun masyarakat sekitar.
Selain untuk mendukung operasional industri, proyek tersebut juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan domestic. Seiring meningkatnya jumlah penduduk di wilayah penyangga kawasan industri.
Pemerintah daerah juga terus mendorong keterlibatan investor swasta dalam pembangunan infrastruktur dasar. Guna mempercepat pengembangan kawasan strategis di Kaltara.
“Kesiapan infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi masuk ke daerah. Kalau infrastrukturnya siap, investor tentu lebih yakin untuk masuk,” jelasnya.
Ia optimistis proyek air bersih tersebut akan menjadi salah satu investasi strategis, yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltara dalam jangka panjang.
“Pertumbuhan industri di Kaltara ke depan akan sangat besar. Sehingga kebutuhan air bersih harus dipastikan sejak awal,” pungkasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi