Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Investasi Green Airport di Kaltara Terganjal Regulasi Pusat, KADIN: Komitmen Investor Kanada Terbentur Kebijakan

Nurismi • Jumat, 8 Mei 2026 | 08:55 WIB
Ketua KADIN Kaltara, Kilit Laing. (FAISAL/HRK)
Ketua KADIN Kaltara, Kilit Laing. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Upaya menghadirkan investasi infrastruktur hijau di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih menghadapi berbagai kendala. Terutama terkait kebijakan pemerintah pusat. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kaltara Kilit Laing mengungkapkan, salah satu inisiatif kerja sama dengan investor asal Kanada. Termasuk rencana pengembangan konsep green airport, belum dapat terealisasi. 

“Memang ada inisiasi dari kami di periode awal Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Namun itu ada kendala,” ungkapnya, Rabu (6/5) lalu. 

Menurut Kilit, pihak Kanada sebelumnya telah menunjukkan komitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur hijau di Kalimantan Utara. Bahkan, komunikasi dan penjajakan kerja sama sempat berjalan cukup intens.

Namun, dalam perjalanannya, rencana tersebut terhambat oleh sejumlah ketentuan dari pemerintah pusat yang dinilai membatasi ruang gerak investasi. 

“Pada waktu itu mereka sebenarnya sudah siap membantu, bahkan sudah ada pengalaman mendukung kita. Tetapi, mereka terbentur kebijakan dari pemerintah pusat yang membuat mereka tidak bisa melanjutkan,” jelasnya. 

Ia menilai, selain faktor regulasi, kurangnya dorongan yang kuat dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat juga menjadi salah satu penyebab belum berlanjutnya proyek tersebut. Padahal, menurutnya, dukungan lintas tingkat pemerintahan sangat penting agar daerah dapat memperoleh kepercayaan investor asing. 

“Pemerintah daerah seharusnya lebih aktif dalam memperjuangkan program-program investasi strategis, agar dapat diakomodasi dalam kebijakan nasional. Dengan begitu, potensi daerah seperti Kalimantan Utara bisa lebih dikenal dan mendapat dukungan yang maksimal,” ungkapnya. 

Ia juga menyebutkan investor Kanada sebelumnya sempat melirik peluang investasi di sektor energi tersebut.

Namun, kembali lagi, kendala regulasi membuat mereka akhirnya membatalkan rencana tersebut. 

“Kami berharap ke depan ada sinergi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pusat, sehingga peluang investasi seperti ini tidak hilang begitu saja,” terangnya. 

Dengan potensi sumber daya alam yang besar, Kaltara dinilai masih memiliki peluang untuk menarik investor. Asalkan didukung dengan kebijakan yang kondusif dan koordinasi yang lebih kuat. 

Untuk diketahui, selain kerja sama dengan Kanada, terdapat pula beberapa proyek investasi lain yang telah dan sedang berjalan.

Salah satunya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mentarang yang kini sudah memasuki tahap pembangunan.

Namun, rencana pengembangan PLTA di Sungai Kayan hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan signifikan. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#Kadin Kaltara #green airport