Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bupati Bulungan Pimpin Upacara Otda dan Hardiknas, Tekankan Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat

Nurismi • Selasa, 5 Mei 2026 | 08:55 WIB
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Bulungan Syarwani menyapa langsung siswa berkebutuhan khusus yang hadir saat upacara peringatan Hardiknas di halaman Kantor Bupati, Senin pagi (4/5). (PEMKAB BULUNGAN)
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Bulungan Syarwani menyapa langsung siswa berkebutuhan khusus yang hadir saat upacara peringatan Hardiknas di halaman Kantor Bupati, Senin pagi (4/5). (PEMKAB BULUNGAN)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Bupati, Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, Senin pagi (4/5), tak sekadar seremoni. 

Di balik barisan peserta dan khidmatnya prosesi, terselip pesan kuat tentang arah kebijakan yang harus benar-benar dirasakan masyarakat. Bupati Bulungan Syarwani, memimpin langsung jalannya upacara. 

Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya pemerintah daerah menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Pesan itu terasa relevan di tengah berbagai tantangan global yang kian kompleks. Mulai dari ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, hingga perubahan iklim dan pesatnya perkembangan teknologi.

“Pemerintah daerah harus terus mengoptimalkan pelayanan publik dan memastikan setiap kebijakan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diingatkan untuk mengelola anggaran secara bijak. Kegiatan yang bersifat seremonial diminta tidak berlebihan, dan setiap penggunaan anggaran harus memberikan nilai tambah yang jelas bagi kesejahteraan masyarakat.

Momentum Hardiknas turut menjadi ruang refleksi tentang masa depan pendidikan. Bupati juga membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyoroti arah baru kebijakan pendidikan nasional.

Salah satu fokus utama penerapan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam, yang tidak hanya menekankan pengetahuan. Tetapi juga penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis.

Sejumlah langkah strategis pun ditekankan, mulai dari pembangunan dan revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, hingga penguatan literasi, numerasi, dan bidang STEM.

Lebih dari itu, akses pendidikan yang adil menjadi perhatian utama. Pemerintah berupaya membuka seluas-luasnya kesempatan belajar bagi semua anak, termasuk mereka yang terkendala faktor ekonomi, geografis, maupun sosial.

Program seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, hingga sekolah terbuka menjadi solusi agar tidak ada anak yang tertinggal.

Di tengah rangkaian kegiatan, ada momen yang mencuri perhatian. Bupati menyempatkan diri menyapa langsung siswa berkebutuhan khusus yang hadir.

Dengan hangat, ia menyerahkan bantuan kursi roda sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan yang inklusif.

Momen sederhana itu menjadi pengingat bahwa kebijakan bukan hanya soal angka dan program, tetapi juga tentang kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat. (uno2)

Editor : Nurismi
#pelayanna publik #hardiknas #pemkab bulungan