Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Targetkan 21 Ribu Rumah di Tanah Papua, Menteri PKP Percepat Program Bedah Rumah Gagasan Presiden Prabowo

Nurismi • Rabu, 29 April 2026 | 12:05 WIB
TARGET SATU TAHUN: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengunjungi Kampung Kokoda sebagai penerima bantuan Program BSPS, Sabtu (25/4). (ANTARA)
TARGET SATU TAHUN: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengunjungi Kampung Kokoda sebagai penerima bantuan Program BSPS, Sabtu (25/4). (ANTARA)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan Provinsi Papua Barat Daya mendapatkan alokasi 3.107 rumah yang siap dibedah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun ini.

Menurut dia, alokasi tersebut tersebar di enam kabupaten/kota, masing-masing Kota Sorong sebanyak 607 unit, serta Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Tambrauw masing-masing 500 unit.

“Target kita diselesaikan dalam tahun ini,” ujar Maruarar saat berkunjung ke Kota Sorong, Sabtu.

Ia menjelaskan, peningkatan alokasi Program BSPS di PBD sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah bantuan hanya sekitar 40 unit, sementara pada 2026 meningkat menjadi 3.107 unit.

Secara keseluruhan, kata dia, pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 21 ribu rumah di enam provinsi di Tanah Papua melalui program bedah rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut mencakup sekitar 42 kabupaten/kota, dengan setiap daerah mendapatkan alokasi minimal perbaikan rumah.

Menurut Maruarar, program ini merupakan bagian dari perubahan mendasar dalam pembangunan sektor perumahan di Papua, yang tidak hanya fokus pada renovasi rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Selain BSPS, pemerintah juga meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dengan bunga rendah sebesar 0,5 persen untuk pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa agunan," katanya.

Program ini, tambah dia, ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, dalam memperbaiki atau memiliki rumah.

“Jangan hanya membangun rumahnya, tetapi juga membangun ekonomi keluarganya,” kata dia.

Ia menilai perbaikan rumah dalam skala besar akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas usaha kecil, hingga pergerakan sektor industri bahan bangunan.

Pihaknya juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perbankan, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mempercepat program tersebut.

"Di samping itu, program serupa juga akan menyasar kawasan perbatasan, seperti wilayah perbatasan Papua dengan Papua Nugini, Kalimantan Barat dengan Malaysia, serta Sulawesi Utara dengan Filipina, dengan total sekitar 15 ribu rumah yang akan diperbaiki," bebernya.

 

Editor : Nurismi
#perbaikan rumah #program #Presiden Prabowo