HARIAN RAKYAT KALTARA – Warga Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, digegerkan dengan seorang pria mengakhiri hidup dengan gantung diri di dalam kamar rumah kontrakan, sekitar pukul 08.00 Wita, Rabu (22/4).
Korban berinisial HG (36) nekat mengakhiri hidup diduga tekanan persoalan pribadi, termasuk masalah utang piutang.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 08.00 Wita kepada Polsek Tanjung Palas Timur.
Personel yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian di kawasan depan Pantai Lima Putri untuk melakukan penanganan awal.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas Aipda Hadi Purnomo menerangkan, dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berprofesi sebagai nelayan dan ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar kontrakan milik salah satu warga.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian,” ujarnya, Rabu (22/4).
Berdasarkan keterangan saksi bernama Mansur (39), korban datang ke rumah tersebut pada Selasa malam (21/4) sekitar pukul 20.00 Wita untuk menumpang menginap.
Saat itu, korban sempat keluar rumah untuk membeli rokok, namun tidak terlihat kembali hingga keesokan paginya.
“Saksi tidak mengetahui kapan korban kembali. Pagi harinya setelah ditelepon temannya, saksi mengecek ke kamar dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung,” ungkapnya.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya tali nilon berwarna biru yang diduga digunakan korban, dua kursi yang tertumpuk, serta barang pribadi milik korban.
Seluruh barang bukti tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanah Kuning untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Hasil visum awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga menguatkan dugaan sementara bahwa korban meninggal akibat gantung diri.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, beberapa hari sebelum kejadian korban sempat menghubungi sejumlah rekannya untuk meminjam uang dengan nominal cukup besar.
Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang memicu tekanan mental korban. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan motif pasti masih dalam proses pendalaman.
“Kami masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan latar belakang kejadian ini,” jelasnya.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah korban dimakamkan di Desa Tanah Kuning pada hari yang sama. (fai/uno)
Editor : Nurismi