Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tak Perlu Lagi ke Tarakan! Ratusan Warga Malinau dan Tana Tidung Serbu Layanan Paspor Jemput Bola

Nurismi • Senin, 20 April 2026 | 07:10 WIB
PELAYANAN PASPOR: Warga Kabupaten Malinau melakukan permohonan pembuatan paspor, Jumat (17/4). (IMIGRASI TARAKAN UNTUK HRK)
PELAYANAN PASPOR: Warga Kabupaten Malinau melakukan permohonan pembuatan paspor, Jumat (17/4). (IMIGRASI TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Jarak yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat di wilayah perbatasan untuk mengurus paspor kini mulai teratasi. 

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan menghadirkan layanan jemput bola langsung ke daerah. Disambut antusias ratusan warga di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Program pelayanan keliling ini terbukti efektif. 

Dalam kurun waktu lima hari pelaksanaan di dua wilayah tersebut, ratusan permohonan paspor berhasil dilayani tanpa masyarakat harus datang ke Tarakan.

Di Kabupaten Malinau, program “Imigrasi Untuk Rakyat” digelar selama tiga hari, 13 hingga 15 April 2026. 

Hasilnya, sebanyak 242 permohonan paspor tercatat, dengan tren peningkatan signifikan pada hari kedua yang mencapai 100 pemohon.

Sementara itu di Kabupaten Tana Tidung, layanan paspor keliling melalui program LAPAK IKAN berlangsung selama dua hari, 17 hingga 18 April 2026, dengan kuota 60 pemohon per hari. 

Seluruh kuota terpenuhi, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keimigrasian yang lebih dekat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan Okky Setyawan menegaskan, program ini dirancang untuk menjawab tantangan geografis yang selama ini dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.

“Selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ke Tarakan. Dengan layanan ini, kami hadir langsung. Agar mereka bisa mengurus paspor dengan lebih mudah dan efisien,” ujarnya, Minggu (19/4).

Menurutnya, Malinau dan Tana Tidung merupakan daerah dengan akses transportasi yang tidak selalu mudah. Sehingga kehadiran layanan jemput bola menjadi solusi nyata dalam pemerataan pelayanan publik.

Seluruh proses pembuatan paspor dilakukan langsung di lokasi, mulai dari pemeriksaan berkas, pengambilan data biometrik, hingga wawancara. Hal ini membuat masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor imigrasi.

“Semua tahapan kami selesaikan di tempat. Ini yang membuat masyarakat sangat terbantu, baik dari sisi waktu maupun biaya,” jelasnya.

Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Banyak pemohon datang lebih awal untuk memastikan mendapatkan layanan, bahkan beberapa di antaranya rela mengantre sejak pagi.

Tak hanya layanan keimigrasian, kegiatan di Malinau juga dipadukan dengan berbagai layanan lain. Seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian suplemen, hingga pameran produk UMKM dan karya warga binaan pemasyarakatan.

“Konsepnya pelayanan terpadu, jadi masyarakat bisa mendapatkan banyak manfaat dalam satu kegiatan,” kata Okky.

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah setempat yang turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan, termasuk penyediaan lokasi strategis seperti Kantor Bupati Malinau dan Mal Pelayanan Publik Tana Tidung.

Dengan tingginya respons masyarakat, Kantor Imigrasi Tarakan berencana untuk terus memperluas program jemput bola ke wilayah lain di Kaltara yang memiliki keterbatasan akses pelayanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat di daerah tetap mendapatkan layanan yang sama. Program ini akan terus kami dorong agar menjangkau lebih banyak wilayah,” pungkas Okky. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Pengurusan #Imigrasi Tarakan #paspor