HARIAN RAKYAT KALTARA — Lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di jalur laut Kalimantan Utara tak hanya menunjukkan peningkatan jumlah penumpang.
Tetapi juga menguji kesiapan layanan transportasi. Hasilnya, seluruh operasional tetap berjalan lancar dan terkendali.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Posko Terpadu Angkutan Laut mencatat adanya pertumbuhan penumpang. Khususnya pada moda transportasi speedboat yang menjadi andalan masyarakat antarwilayah.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Dishub Kaltara Agung Pratama mengungkapkan, posko terpadu telah beroperasi sejak H-7 hingga H+8 Lebaran, yakni mulai 14-29 Maret 2026.
“Selama periode itu, jumlah penumpang speedboat untuk keberangkatan mengalami kenaikan sekitar 2,60 persen di tujuh pelabuhan yang kami pantau,” ujarnya, Kamis (2/4).
Data menunjukkan, jumlah penumpang berangkat pada 2025 tercatat sebanyak 30.666 orang, meningkat menjadi 31.463 penumpang pada 2026. Sementara itu, arus kedatangan di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan juga mengalami kenaikan sebesar 3,14 persen, dari 33.711 menjadi 34.771 penumpang.
Tak hanya penumpang, intensitas pergerakan armada juga mengalami peningkatan. Pada tahun ini, tercatat 756 trip keberangkatan dan 755 trip kedatangan. Angka tersebut naik masing-masing sebesar 0,67 persen dan 0,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengawasan dilakukan di tujuh pelabuhan utama di Kalimantan Utara, yakni Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Kayan II Tanjung Selor, Liem Hie Djung Nunukan, Keramat KTT, Malinau, Sungai Nyamuk, dan Bunyu. Dari seluruh titik tersebut, Pelabuhan Tengkayu I menjadi pusat pergerakan penumpang.
“Hampir seluruh speedboat bermuara ke Tengkayu I, sehingga data utama juga kami ambil dari sana,” jelasnya.
Meski terjadi peningkatan aktivitas, kondisi di lapangan tetap kondusif. Tidak ditemukan antrean panjang maupun penumpukan penumpang yang signifikan selama periode mudik dan balik.
Namun demikian, terdapat satu insiden yang sempat terjadi, yakni seorang anak buah kapal (ABK) bernama Habibi yang dilaporkan jatuh di perairan rute Tarakan—KTT. Selain kejadian tersebut, operasional pelayaran berlangsung aman tanpa gangguan berarti.
“Secara umum kondusif. Tidak ada kejadian menonjol lainnya,” katanya.
Dishub Kaltara juga memastikan seluruh armada beroperasi sesuai standar keselamatan, termasuk kepatuhan terhadap kapasitas penumpang. Setiap kapal yang akan berlayar wajib melalui pemeriksaan oleh otoritas pelabuhan.
“Tidak ada laporan overload karena sebelum berangkat semua sudah melalui pengecekan,” tegasnya.
Sementara itu, kendala teknis sempat dialami salah satu armada speedboat Triputri tujuan Nunukan akibat kerusakan mesin.
Namun, kondisi tersebut dapat segera diatasi dengan penggantian armada. Sehingga tidak mengganggu pelayanan secara keseluruhan. “Armada langsung disubstitusi, sehingga rute tetap terlayani,” pungkasnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi