Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Daya Tarik Kaltara Gak Ada Lawan! Porsi Investasi Kita Capai 1,5 Persen dari Target Nasional 2026

Beraupost • Rabu, 25 Maret 2026 | 07:30 WIB

INVESTASI: Pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan hilirisasi industri, manufaktur, serta energi terbarukan. (HRK)
INVESTASI: Pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan hilirisasi industri, manufaktur, serta energi terbarukan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Target investasi Provinsi Kaltara pada tahun 2026 diproyeksikan mengalami penurunan.

Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi serta dinamika wilayah regional.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Rahman Putrayani mengungkapkan, target investasi yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berada di angka sekitar Rp 30,55 triliun.

“Dari BKPM itu sekitar Rp 30,55 triliun, agak menurun. Menyesuaikan kembali, melihat kondisi di wilayah regional 5. Kita ini masuk regional 5, tapi target kita termasuk yang paling tinggi,” ujarnya, Selasa (24/3).

Ia menjelaskan, porsi target investasi Kaltara terhadap target nasional berada di kisaran 1,5 persen.

Meski mengalami penurunan, angka tersebut dinilai masih cukup besar dibanding daerah lain di regional yang sama.

Untuk sektor investasi, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pengembangan hilirisasi industri, manufaktur, serta energi terbarukan.

Selain itu, sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) juga masih menjadi fokus untuk terus didorong realisasinya.

Dalam upaya mencapai target tersebut, DPMPTSP Kaltara akan memperkuat pengawasan terhadap perusahaan.

Khususnya terkait kewajiban penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

“Masih ada perusahaan yang belum menyampaikan LKPM, itu menjadi salah satu penyebab realisasi investasi kita belum tercapai maksimal,” terangnya.

Ke depan, pengawasan akan dilakukan lebih intensif, terutama kepada perusahaan-perusahaan besar.

Agar pelaporan investasi dapat dilakukan tepat waktu dan sesuai ketentuan. Selain pengawasan, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan daya tarik investasi melalui berbagai kemudahan.

“Sistem perizinan saat ini sudah berbasis online sehingga lebih cepat dan transparan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Pemprov Kaltara juga berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada investor. Termasuk pendampingan serta penyediaan data yang dibutuhkan.

“Arahan dari Pak Gubernur, setiap investasi yang masuk harus kita layani dengan maksimal. Kita damping dan berikan kemudahan akses data,” harapnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#Proyeksi #investasi #Kaltara