HARIAN RAKYAT KALTARA — Aktivitas penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan mulai menunjukkan peningkatan menjelang arus mudik Lebaran tahun ini.
Meski terjadi kenaikan jumlah penumpang dibandingkan hari biasa, kondisi di pelabuhan masih dinilai terkendali dan dapat ditangani dengan baik oleh petugas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Idham Chalid mengatakan, peningkatan aktivitas penumpang sudah mulai terlihat di sejumlah pelabuhan.
Terutama di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan yang menjadi salah satu pusat keberangkatan transportasi laut di Kota Tarakan.
“Untuk hari ini beberapa pelabuhan, khususnya Pelabuhan Tengkayu I, sudah mulai ada geliat peningkatan penumpang. Namun lonjakannya belum terlalu signifikan dan masih bisa ditangani,” ujarnya, Senin (16/3).
Idham mengungkapkan, berdasarkan data sementara, terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan dibandingkan periode angkutan Lebaran tahun lalu.
Jika dibandingkan tahun 2025, pertumbuhan lonjakan penumpang tahun ini cukup bagus, sekitar 41 persen.
Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada keberangkatan, tetapi juga pada jumlah kedatangan penumpang melalui pelabuhan.
Selain itu, tren peningkatan mobilitas juga terlihat pada sektor transportasi udara. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kedatangan penumpang melalui jalur udara mengalami kenaikan hingga sekitar 53 persen.
Menurut Idham, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan berbagai moda transportasi, baik udara, laut, maupun angkutan sungai dan danau.
“Pertumbuhan ini terlihat di semua moda transportasi, baik udara, laut, maupun angkutan sungai dan danau,” ujarnya.
Dishub Kaltara juga telah memprediksi waktu puncak arus mudik di pelabuhan. Berdasarkan perhitungan sementara, puncak arus mudik melalui Pelabuhan Tengkayu I diperkirakan terjadi pada 18 Maret mendatang.
Sementara itu, puncak arus balik penumpang di pelabuhan diprediksi terjadi pada 29 Maret. Untuk moda transportasi udara, arus balik diperkirakan terjadi sehari lebih awal, yakni pada 28 Maret.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Dishub Kaltara telah menyiapkan opsi penambahan armada apabila terjadi penumpukan di pelabuhan.
“Penambahan armada kami siapkan, namun tetap melihat situasi di lapangan. Jika terjadi penumpukan penumpang, tentu akan kami lakukan penambahan armada,” jelasnya.
Saat ini tercatat sebanyak 58 armada speedboat yang melayani berbagai rute dari Tarakan. Dari jumlah tersebut, rute Tarakan—Tanjung Selor menjadi yang paling banyak dilayani dengan 23 armada.
Sementara rute lainnya meliputi perjalanan menuju Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, Pulau Bunyu, hingga Sungai Nyamuk.
Di sisi lain, pihaknya memastikan tidak ada perubahan tarif tiket speedboat selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Tarif tetap mengacu pada ketentuan resmi yang telah ditetapkan pemerintah daerah melalui keputusan gubernur.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk membeli tiket di loket resmi agar terhindar dari kemungkinan harga yang tidak sesuai ketentuan.
“Tarif sudah ditetapkan melalui SK gubernur bersama dengan trayeknya. Jadi tidak ada perubahan tarif. Kami juga mengimbau masyarakat membeli tiket di loket resmi,” tegas Idham.
Menurutnya, sejak awal pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi arus mudik Lebaran.
Salah satunya dengan membentuk posko layanan terpadu yang melibatkan berbagai instansi terkait.
Dishub Kaltara bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), kepolisian, serta TNI untuk memastikan kelancaran sekaligus keamanan arus penumpang.
“Melalui kerja tim ini kami membuka posko layanan dan memperkuat pengamanan di pelabuhan. Yang paling kami utamakan dalam angkutan Lebaran tahun ini adalah keselamatan dan keamanan pelayaran,” katanya.
Sementara, aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan mulai menunjukkan peningkatan menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Mengantisipasi lonjakan penumpang, otoritas bandara resmi membuka Posko Koordinasi Angkutan Udara Lebaran 2026 sejak Jumat (13/3) sore.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Utama Juwata Tarakan Bambang Hartato mengatakan, dalam operasional normal, Bandara Juwata Tarakan memiliki delapan slot penerbangan reguler setiap hari.
Namun untuk menghadapi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai telah menyiapkan penerbangan tambahan.
“Maskapai dari Lion Group dan Super Air Jet direncanakan membuka extra flight mulai 15 Maret 2026 dengan rute Tarakan—Balikpapan yang dijadwalkan berangkat sekitar pukul 06.00 WITA,” sebutnya.
Berdasarkan prediksi bandara, puncak arus mudik melalui transportasi udara diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
Sementara peningkatan arus balik diprediksi mulai berlangsung pada 25 Maret 2026. Peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak pertengahan Ramadan setelah sebelumnya memasuki periode low season.
“Kini pergerakan penumpang sudah mulai meningkat. Bahkan di sistem pemesanan tiket sudah mulai sulit didapatkan,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara juga memaksimalkan pelayanan operasional di terminal penumpang. Agar tetap mampu mengakomodasi pergerakan pesawat yang meningkat.
Ia memastikan pengaturan jadwal penerbangan masih dapat ditangani dengan baik. Karena slot penerbangan tidak terlalu berdempetan meskipun beberapa pesawat datang dalam waktu berdekatan.
“Dengan pengaturan yang ada, pelayanan di bandara masih bisa berjalan dengan baik, meskipun ada beberapa pesawat datang hampir bersamaan,” jelasnya.
Melalui posko angkutan Lebaran tersebut, pihak bandara berharap pelayanan kepada penumpang tetap optimal selama masa mudik berlangsung.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik. Termasuk memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan. Serta tidak membawa barang berbahaya ke dalam pesawat.
“Kami berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman hingga tiba di tujuan dan dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga,” pesannya.
Adapun posko tersebut menjadi pusat koordinasi lintas instansi untuk memastikan operasional penerbangan selama masa mudik berjalan aman dan lancar.
Menurutnya, sejumlah stakeholder terlibat dalam posko tersebut, di antaranya BMKG, AirNav Indonesia, TNI Angkatan Udara, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta instansi lain yang beroperasi di kawasan bandara.
“Posko koordinasi ini didukung seluruh stakeholder yang ada di Bandara Juwata Tarakan untuk memastikan pelayanan penerbangan berjalan optimal selama periode angkutan Lebaran,” tuturnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi