HARIAN RAKYAT KALTARA — Polda Kaltara menggelar apel pasukan Operasi Ketupat 2026 di halaman Makopolda Kaltara, Kamis (12/3) sore lalu. Apel tersebut pun dipimpin langsung Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Meski angka ini menurun sekitar 1,75 persen dibanding tahun lalu.
Polri tetap waspada terhadap potensi lonjakan akibat stimulus kebijakan pemerintah seperti diskon tarif tol, tiket transportasi umum, hingga kebijakan Work From Anywhere.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri menggelar Operasi Terpusat dengan sandi “Ketupat-2026” selama 13 hari.
Terhitung mulai 13-25 Maret 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan di seluruh Indonesia.
Dikatakan Djati, Polda Kaltara juga memberikan perhatian khusus pada pemetaan kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Beberapa poin yang menjadi fokus antisipasi meliputi kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar dan perkelahian antar kelompok.
Kapolda Kaltara menginstruksikan jajarannya untuk melakukan patroli rutin di titik-titik dan jam rawan dengan melibatkan Pam Swakarsa.
“Terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutur Kapolda Kaltara.
Ia memprediksi terdapat dua gelombang arus mudik. Gelombang pertama diperkirakan terjadi aqpada 14—15 Maret dan gelombang kedua pada 18—19 Maret.
Djati menambahkan, mengingat sebagian besar wilayah Kaltara merupakan daerah perairan. Pengamanan akan difokuskan di pelabuhan serta lokasi penyeberangan kapal ferry.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi kelebihan kapasitas penumpang pada kapal, karena dapat membahayakan keselamatan.
Petugas di pos penyeberangan akan terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar perjalanan mudik berjalan aman.
Dalam Operasi Ketupat Kayan 2026 ini, sebanyak 808 personel gabungan dilibatkan. Terdiri dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, BPBD, Damkar, Basarnas serta Senkom.
Selain itu, aparat juga mendirikan 44 pos pengamanan, terdiri dari 15 pos pengamanan, 26 pos pelayanan serta sejumlah pos terpadu untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Utara (Kaltara) Datu Iqro Ramadhan mengimbau seluruh masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran, agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Datu Iqro menegaskan Pemprov Kaltara mendukung penuh upaya pengamanan arus mudik yang dilaksanakan oleh Kepolisian bersama instansi terkait.
Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat untuk tetap siaga selama masa mudik berlangsung.
“Saya berharap para pemudik mengikuti aturan yang ada. OPD terkait seperti Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah membantu pihak kepolisian, agar mudik tahun ini bisa berjalan lancar,” ujar Datu Iqro.
Apel serupa juga terlaksana di Polres Tarakan, dengan mengerahkan ratusan personel gabungan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran melalui Operasi Ketupat Kayan 2026.
Sebanyak delapan pos pengamanan dan pelayanan disiapkan di sejumlah titik strategis di Kota Tarakan.
Pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kayan 2026, di halaman Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (12/3) sore.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Saputra Manik mengatakan, operasi pengamanan Lebaran akan berlangsung selama 13 hari dengan melibatkan 312 personel gabungan dari kepolisian dan instansi terkait.
“Total personel yang dilibatkan sebanyak 312 orang, terdiri dari 46 personel DIPA Polres Tarakan, 101 personel non DIPA, serta 165 personel dari instansi terkait,” ujarnya usai apel.
Untuk mendukung pengamanan, Polres Tarakan menyiapkan delapan pos yang terbagi dalam tiga kategori, yakni tiga pos pengamanan, empat pos pelayanan, dan satu pos terpadu.
Pos pengamanan akan difokuskan untuk patroli dan pengawasan di kawasan padat aktivitas masyarakat, termasuk lokasi rawan kemacetan maupun kriminalitas.
Beberapa di antaranya berada di kawasan Gusher yang juga dekat objek wisata Taman Bekantan, depan Bandara Juwata, serta kawasan Amal.
“Pos pelayanan ditempatkan di titik transportasi seperti pelabuhan dan bandara untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik,” tuturnya.
Adapun pos terpadu akan ditempatkan di Polres Tarakan sebagai pusat koordinasi penanganan berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana.
Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik. Agar meningkatkan kewaspadaan, termasuk melapor kepada ketua RT atau tetangga sekitar.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan layanan penitipan kendaraan di Polres maupun Polsek bagi warga yang membutuhkan selama mudik Lebaran.
“Bagi masyarakat yang mudik, bisa menitipkan kendaraan di Polres atau Polsek. Ini bagian dari layanan kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan faktor keselamatan, khususnya bagi pengguna transportasi laut dan udara, mengingat Tarakan merupakan wilayah kepulauan.
“Gunakan alat keselamatan seperti life jacket saat menggunakan transportasi laut dan selalu memantau perkembangan cuaca dari sumber resmi,” pesannya.
Sementara itu, Wali Kota Tarakan dr Khairul menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan maupun bencana alam selama masa mudik Lebaran.
Menurutnya, selain pengamanan arus mudik, pemerintah juga perlu mewaspadai potensi kejahatan di rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.
“Biasanya saat banyak warga mudik, rumah kosong bisa menjadi sasaran pencurian. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum berangkat mudik. Seperti mematikan kompor, memeriksa instalasi listrik, serta menutup sumber gas dengan baik.
“Pastikan kompor dimatikan, listrik aman, dan rumah benar-benar terkunci sebelum ditinggalkan,” pesannya. (uno2/sas/uno)
Editor : Nurismi