HARIAN RAKYAT KALTARA — Damri di Tanjung Selor menjalani pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara sebagai bagian dari persiapan angkutan hari besar keagamaan.
Dari total 14 unit yang diperiksa, dua kendaraan masih diberi stiker pink. Karena belum memenuhi seluruh persyaratan teknis.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltara Desi Witasari mengatakan, ramp check rutin dilakukan dua kali dalam setahun, yakni menjelang Natal dan Tahun Baru serta Lebaran Idulfitri.
“Seperti biasa, kami melaksanakan ramp check untuk memastikan kesiapan kendaraan dan pengemudi. Sebelum pelaksanaan, kami juga menggelar rapat koordinasi bersama BPTD, Jasa Raharja, Biddokkes, Polda, dan instansi terkait,” ujarnya, Rabu (25/2).
Pada pemeriksaan kali ini, sebanyak 14 unit bus DAMRI menjadi sasaran, termasuk empat unit yang beroperasi di Malinau.
Sementara itu, tujuh unit diperiksa pada hari pertama, disusul beberapa unit lainnya pada sesi siang dan sore.
Selain pemeriksaan fisik kendaraan, tes kesehatan dan tes urine terhadap pengemudi juga dilakukan. Hasilnya, tujuh pengemudi yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
“Alhamdulillah, seluruh driver yang diperiksa hari ini hasilnya negatif. Ini penting untuk menjamin keselamatan penumpang,” tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan teknis, sebagian besar armada dinyatakan laik jalan dan langsung ditempeli stiker biru sebagai tanda kelayakan.
Namun, dua unit bus masing-masing melayani rute Malinau dan Mangkupadi mendapat stiker pink.
Stiker pink menandakan kendaraan masih memiliki kekurangan administratif atau teknis ringan.
Seperti kondisi ban atau kelengkapan administrasi penunjang. Namun masih diberi kesempatan untuk melengkapi dalam waktu maksimal satu minggu.
Apabila kekurangannya sudah dipenuhi, stikernya langsung diganti menjadi laik jalan. Tapi maksimal satu minggu harus sudah lengkap.
Meski berstiker pink, kendaraan tetap diperbolehkan beroperasi dengan catatan segera melakukan perbaikan.
Petugas akan melakukan pemantauan dan menerima laporan tindak lanjut dari pihak operator.
Menurut dia, ramp check bukan sekadar formalitas. Melainkan upaya preventif memastikan keselamatan penumpang dan menekan risiko kecelakaan di jalur darat. Khususnya menjelang periode angkutan padat. (fai/uno)
Editor : Nurismi