HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus berupaya membenahi kawasan Pasar Induk Tanjung Selor.
Sejumlah fasilitas yang sebelumnya dikeluhkan pedagang dan pengunjung mulai diperbaiki secara bertahap.
Bupati Bulungan Syarwani bahkan turun langsung meninjau kondisi pasar, beberapa waktu lalu. Bupati pun melihat hasil pengerjaan yang telah dilakukan sejak tahun lalu, termasuk pengaspalan area pasar yang sebelumnya becek saat hujan dan berdebu ketika cuaca panas.
Dikatakan Syarwani, pembenahan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah menjadikan Pasar Induk sebagai pusat perdagangan yang lebih tertata.
Dengan kondisi jalan yang sudah beraspal, tentu memberikan kenyamanan bagi masyarakat ketika memasuki kawasan pasar.
Selain itu, menjadi perhatian bangunan eks pasar ikan di dalam kawasan pasar. Bangunan tersebut telah rampung dan direncanakan mulai difungsikan setelah Lebaran tahun ini.
Nantinya, lokasi tersebut akan menampung sekitar 24 pedagang yang selama ini masih berjualan di pinggir jalan dan area yang belum tertata.
“Supaya lebih rapi dan higienis. Tak lagi berdebu, dan tak mengganggu lalu lintas kendaraan yang melintas,” terang Syarwani.
Selama ini, keberadaan pedagang di bahu jalan kerap menimbulkan kemacetan, terutama pada jam ramai.
Dengan dipusatkannya pedagang ke dalam bangunan yang telah disiapkan, pemerintah berharap aktivitas jual beli berjalan lebih tertib.
Tak hanya itu, pada 2026 ini Pemkab Bulungan juga merencanakan pembangunan pagar keliling Pasar Induk.
Pagar tersebut ditargetkan sudah berdiri paling lambat Oktober mendatang.
Adanya pembangunan pagar untuk memperjelas batas kawasan pasar sekaligus meningkatkan ketertiban.
Diharapkan mampu mengurangi aktivitas jual beli di luar area yang telah ditentukan.
“Penataan ini dilakukan bertahap. Harapannya, Pasar Induk ke depan benar-benar menjadi pusat ekonomi rakyat yang bersih, tertib, dan nyaman,” tegasnya.
Pemkab mengimbau para pedagang agar mendukung proses penataan tersebut. Pembenahan pasar bukan hanya soal bangunan.
Tetapi juga menyangkut kenyamanan bersama. Baik bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja setiap hari. (uno2)
Editor : Nurismi