HARIAN RAKYAT KALTARA — Aktivitas pelayaran dan nelayan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menghadapi tantangan cuaca.
Dalam beberapa hari terakhir, tinggi gelombang laut dilaporkan mengalami peningkatan dan diperkirakan masih berlanjut hingga dua hari ke depan.
Prakirawan BMKG Tarakan Danurahni Aryashta menyebutkan, berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan model prakiraan, tinggi gelombang di perairan Kaltara saat ini berada pada kisaran 1 hingga 1,3 meter.
Untuk perairan Tarakan, gelombang berkisar 1 hingga 1,4 meter, sementara di perairan Tanjung Selor (muara Bulungan—Tarakan) dapat mencapai 1 hingga 1,5 meter.
“Potensi gelombang tinggi ini masih akan berlangsung setidaknya sampai dua hari ke depan,” ujar Danurahni, Rabu (18/2).
Ia menjelaskan, peningkatan gelombang dipicu oleh angin yang bertiup lebih kencang dari biasanya.
Saat ini, angin dominan berasal dari arah timur laut dengan kecepatan 18 hingga 25 knot. Sehingga mendukung pembentukan gelombang yang lebih tinggi. Selain faktor angin, dinamika atmosfer global turut berperan.
Fenomena Madden—Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 2 memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Utara.
Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif lebih hangat, sehingga menambah suplai uap air ke atmosfer.
“Situasi tersebut bukan hanya meningkatkan potensi hujan. Tetapi juga berkontribusi pada kenaikan tinggi gelombang,” katanya.
Danurahni menambahkan, gelombang tidak terjadi merata sepanjang hari. Pada siang hari, tinggi gelombang cenderung lebih rendah, namun tetap berada di atas kondisi normal.
“Biasanya siang hari sekitar 0,3 sampai 0,6 meter, sekarang bisa mencapai 0,8 hingga 1 meter,” jelasnya.
Sementara itu, puncak gelombang diprediksi terjadi pada dini hari hingga pagi, sekitar pukul 02.00 hingga 08.00 Wita, dengan ketinggian mencapai 1 sampai 1,5 meter.
BMKG mengimbau nelayan, operator speedboat, dan pengguna kapal kecil untuk lebih waspada serta mempertimbangkan kembali jadwal pelayaran.
“Gelombang kategori sedang ini lebih berisiko bagi kapal kecil. Pastikan selalu memantau informasi cuaca sebelum berangkat,” pesannya. (sas/uno)
Editor : Nurismi