Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bentengi Siswa dari Kenakalan Remaja, Kemenag Tarakan Perkuat Peran Guru Agama di Sekolah

Beraupost • Senin, 19 Januari 2026 | 08:35 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, H Syopyan. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, H Syopyan. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Penguatan pendidikan agama di sekolah umum dan madrasah dinilai menjadi kunci penting dalam membentengi peserta didik dari berbagai persoalan sosial.

Mulai dari kenakalan remaja hingga penyimpangan perilaku yang kian mengkhawatirkan di lingkungan pendidikan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan H Syopyan menegaskan, guru pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral siswa.

Meskipun secara administratif diangkat melalui jalur yang berbeda.

“Guru agama ada yang diangkat oleh Kementerian Agama dan ada juga oleh pemerintah kota. Namun untuk pembinaan kurikulum, materi ajar dan penguatan nilai-nilai moral, semuanya berada dalam pembinaan Kementerian Agama,” ujar Syopyan.

Menurutnya, tantangan sosial yang dihadapi pelajar saat ini menuntut penguatan materi pendidikan agama yang lebih kontekstual dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Pendidikan agama tidak hanya berfokus pada aspek kognitif. Tetapi juga pada pembentukan sikap, akhlak dan perilaku sehari-hari.

Pembinaan guru agama, lanjut Syopyan, dilakukan secara berkelanjutan melalui forum profesional seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat sekolah dasar dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di tingkat sekolah menengah.

“Forum KKG dan MGMP menjadi ruang strategis untuk memperkuat materi pembelajaran karakter. Termasuk pencegahan kenakalan remaja dan penyimpangan perilaku yang mulai muncul di kalangan pelajar,” jelasnya.

Di sisi lain, Syopyan menilai madrasah memiliki posisi yang sangat strategis karena memiliki porsi pendidikan keagamaan yang lebih besar dibanding sekolah umum.

Lima mata pelajaran agama menjadi fondasi utama dalam membangun karakter peserta didik.

“Di madrasah, pendidikan agama diajarkan secara komprehensif melalui Alquran Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Bahasa Arab, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Ini menjadi kekuatan besar dalam pembentukan karakter siswa,” katanya.

Ia menegaskan, madrasah harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan penyimpangan seksual di lingkungan pendidikan. Sekaligus menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya.

“Kami mendorong madrasah benar-benar tampil sebagai motor penggerak pembentukan moral dan akhlak peserta didik melalui pendidikan agama yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Soypyan.

Selain penguatan internal, Kemenag Tarakan juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor dengan berbagai instansi.

Termasuk bidang kesehatan dan pendidikan, untuk memperluas edukasi kepada peserta didik dan masyarakat.

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Kami siap berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak terkait agar edukasi moral dan karakter berjalan menyeluruh. Baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#kenakalan remaja #pendidikan agama #Kemenag Tarakan