Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Adopsi TOS Nusantara, Pantau Kontainer di Pelabuhan Tarakan Kini Bisa Real-Time dari HP!

Beraupost • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:35 WIB
KERJA NONSTOP: Mulai Februari 2026 pelabuhan peti kemas Tarakan menerapkan tekonologi digital selama 24 jam. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
KERJA NONSTOP: Mulai Februari 2026 pelabuhan peti kemas Tarakan menerapkan tekonologi digital selama 24 jam. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pelabuhan peti kemas di Kota Tarakan memasuki babak baru layanan logistik.

Mulai awal 2026, sistem kerja nonstop 24 jam penuh dan penerapan teknologi digital berstandar internasional mulai diberlakukan.

Untuk mempercepat arus bongkar muat, serta meningkatkan kepastian layanan bagi pengguna jasa.

Terminal Head Terminal Peti Kemas Tarakan Amrullah mengatakan, sejak 1 Januari 2026 telah memulai pola operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7).

Sistem ini mengakhiri pola lama yang hanya beroperasi sekitar 20 jam per hari karena adanya waktu jeda istirahat.

“Sekarang kami menambah satu grup kerja baru agar layanan bisa berjalan penuh selama 24 jam. Secara uji coba sudah kami jalankan sejak awal Januari sambil menunggu rekomendasi resmi dari KSOP,” ujar Amrullah.

Pola kerja nonstop ini dinilai krusial bagi Tarakan sebagai simpul logistik di wilayah perbatasan. Dengan jam operasi lebih panjang, antrean kapal dan penumpukan peti kemas diharapkan bisa ditekan.

Sekaligus meningkatkan kecepatan distribusi barang ke wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dan sekitarnya.

Tidak hanya dari sisi jam kerja, transformasi juga dilakukan di level sistem. Saat ini, terminal peti kemas Tarakan sedang menyiapkan penerapan TOS Nusantara.

Sebuah terminal operating system (TOS) terbaru yang telah diterapkan di sejumlah pelabuhan besar di Indonesia dan mengacu pada standar internasional.

Tarakan menjadi pelabuhan ke-15 yang mengadopsi sistem ini. TOS Nusantara memungkinkan seluruh aktivitas peti kemas.

Mulai dari kedatangan kapal, bongkar muat, penumpukan, hingga pengambilan container, terpantau secara digital dan real time.

“Customer nanti cukup klik nomor kontainernya. Mereka bisa langsung tahu kontainernya sudah sampai, sudah berapa jam di pelabuhan, dan kapan bisa diambil,” jelas Amrullah.

Saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap sinkronisasi dan pembaruan data. Rencana go live dijadwalkan pada awal Februari 2026, setelah melalui uji coba sejak September lalu.

Sosialisasi ke pengguna jasa juga akan diperluas oleh tim pusat. Agar seluruh pihak siap menggunakan sistem baru.

Lebih dari sekadar alat pemantauan, TOS Nusantara juga mengubah cara kerja di dalam terminal. Melalui sistem ini, perencanaan bongkar muat dilakukan jauh sebelum kapal sandar.

Data muatan sudah diketahui lebih awal sehingga lapangan penumpukan bisa diatur secara presisi.

“Kami sudah memberlakukan sistem closing time dan open stack. Artinya, kontainer yang akan dimuat sudah kami tata sejak awal. Saat kapal datang, kami tidak lagi melakukan perencanaan dadakan. Semua sudah sesuai rencana,” kata Amrullah.

Dengan kombinasi sistem digital dan operasional 24 jam, pelabuhan peti kemas Tarakan kini menargetkan peningkatan signifikan pada kecepatan bongkar muat, efisiensi lapangan, dan transparansi layanan.

Transformasi ini diharapkan memperkuat posisi Tarakan, sebagai gerbang logistik utama di kawasan perbatasan Kalimantan Utara. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Pelabuhan Malundung Tarakan #peti kemas