Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Indonesia-Malaysia Sepakati Titik 708, Pembangunan Gerbang PLBN Sei Menggaris Segera Dimulai

Beraupost • Senin, 12 Januari 2026 | 09:00 WIB
LINTAS BATAS: PLBN di dua wilayah dikebut penyelesaiannya, Pemprov Kaltara akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. (HRK)
LINTAS BATAS: PLBN di dua wilayah dikebut penyelesaiannya, Pemprov Kaltara akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mendorong percepatan pembukaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah perbatasan Indonesia—Malaysia, khususnya PLBN Sebatik (Indonesia) - Tawau (Malaysia).

Termasuk wilayah Sei Menggaris (Indonesia)-Serudong (Malaysia), yang direncanakan dibuka secara terpadu dalam pengembangan kawasan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltara Datu Iqro Ramadhan mengatakan, penanganan pembangunan dan pembukaan PLBN sepenuhnya berada di tingkat pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pemprov Kaltara terus berkoordinasi agar seluruh PLBN tersebut dapat dibuka secara bersamaan.

“PLBN Sei Menggaris-Serudong ini kita rancang satu paket dengan Sebatik-Tawau. Artinya, ketika PLBN Sei Menggaris- Serudong dibuka, Sebatik-Tawau juga dibuka. Konsepnya tidak parsial, tapi terintegrasi,” ujarnya, Minggu (11/1).

Ia menjelaskan, secara prinsip Indonesia dan Malaysia telah menyepakati titik batas di titik 708 untuk PLBN Sei Menggaris-Serudong.

Dengan kesepakatan tersebut, proses selanjutnya tinggal memasuki tahap pembangunan infrastruktur fisik, seperti pintu gerbang dan pos lintas batas.

“Kalau titiknya sudah disepakati, tinggal membangun gerbang dan pos lintas batasnya. Jalur daratnya mengikuti asas jalan di sisi perbatasan, baik dari Indonesia maupun dari Malaysia,” jelasnya.

Pemprov Kaltara menginginkan pembukaan PLBN dilakukan secara bersamaan. Agar dampaknya terhadap aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan masyarakat perbatasan dapat dirasakan secara optimal. Namun kesiapan infrastruktur di masing-masing lokasi masih belum sepenuhnya merata.

Untuk kawasan Sebatik, sebagian fasilitas dinilai sudah siap. Sementara di wilayah Sebatik-Tawau dan Sei Menggaris-Serudong masih memerlukan penyelesaian.

Yang siap saat ini baru di sisi Sebatik. Sementara di Tawau dan Serudong masih berproses.

“Tapi pembicaraan terakhir dengan pihak terkait, semuanya sepakat untuk sama-sama diproses,” imbuhnyaungkapnya.

Pemprov Kaltara berharap percepatan pembangunan dan pembukaan PLBN ini dapat segera terealisasi.

Selain memperkuat kedaulatan negara, keberadaan PLBN juga diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan dan memperlancar mobilitas masyarakat kedua negara. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#infrastruktur #lintas batas #PLBN Sebatik #pemprov kaltara