Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

TIDAK Berpotensi Tsunami! BMKG Tarakan Tekankan Waspada Gempa Susulan Ke-8 Akibat Sesar Tarakan

Beraupost • Sabtu, 8 November 2025 | 18:32 WIB
Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi. (BKMG TARAKAN)
Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi. (BKMG TARAKAN)
 
HARIAN RAKYAT KALTARA – Wilayah Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), kembali diguncang gempa bumi tektonik pada sore hari ini, Sabtu, 8 November 2025, pukul 16:56 WITA.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tarakan, gempa ini merupakan gempa susulan dari rangkaian gempa yang terjadi sejak Rabu lalu.
 
Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi, menjelaskan detail kejadian gempa tersebut Waktu Kejadian pukul 16:56 WITA, Magnitudo (M): 4,4, Pusat Gempa (Episenter): 9 kilometer arah Tenggara Kota Tarakan, Kalimantan Utara dan Kedalaman: 10 kilometer (km).

"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya yang dangkal, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Tarakan," ujar Muhammad Sulam Hilmi.

Lebih lanjut, Hilmi menerangkan bahwa guncangan yang dirasakan kuat oleh masyarakat di Tarakan disebabkan oleh kedalamannya yang hanya 10 km.

Gempa ini juga tercatat sebagai gempa susulan ke-8 dari gempa utama berkekuatan M 4,8 yang terjadi pada Rabu, 5 November 2025.

Dalam kesempatan ini, Kepala BMKG Tarakan kembali memberikan penegasan penting kepada masyarakat:

"Kami tegaskan dan garis bawahi, gempa dengan Magnitudo 4,4 ini TIDAK berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik terkait isu tsunami."

  
BMKG Tarakan mengimbau seluruh masyarakat Tarakan dan sekitarnya untuk mengambil langkah-langkah mitigasi dan keselamatan yang tepat.
 
Tenang dan Waspada: Tetap tenang dan tidak panik, namun selalu waspada terhadap potensi terjadinya gempa susulan.

"Sampai saat ini, belum ada teknologi yang bisa memprediksi dengan detail dan rinci kapan gempa akan terjadi. Oleh karena itu, hal yang paling penting adalah respons kita yang tepat ketika gempa terjadi," tutup Muhammad Sulam Hilmi. (smi)
Editor : Nurismi
#bmkg tarakan #gempa tarakan #tidak berpotensi tsunami #Kaltara