HARIAN RAKYAT KALTARA - Seorang warga RT 13, Kelurahan Selumit, menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam pada Sabtu (13/9) sore di sekitar Jembatan Besi, Kelurahan Lingkas Ujung. Korban mengalami luka bacok serius di kedua tangannya.
Keluarga korban, Ijonk mengatakan, menerima informasi itu kalau keluarganya sudah dirawat di Rumah Sakit Carsa.
Akhirnya ia langsung mendatangi korban yang sudah terbaring di ruang penindakan.
Sesampainya di rumah sakit, korban telah selesai dilakukan perawatan. Kedua tangan korban telah dijahit usai mendapat bacokan dari seseorang.
"Saya sempat tanyakan, korban bilang dia ditimpas pas lagi jalan sama laki-laki yang dia enggak kenal. Kejadiannya itu di sekitar Jembatan Besi (Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan Timur)," katanya, Minggu (14/9).
Ijonk menambahkan, kondisi korban saat itu masih belum sepenuhnya sadar. Sebab masih dalam pengaruh bius sebelum dilakukan operasi.
"Keluarga sudah lapor ke polisi (Polres Tarakan). Tapi polisi sempat kebingungan sampai di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dari saksi-saksi disana, tidak sempat mendengar ada keributan," tuturnya.
Sementara saksi yang enggan disebutkan namanya mengakui, kalau korban sempat mendatangi warung sembako di daerah Jembatan Besi.
Korban saat itu diduga hendak mengambil rokok. Entah ada alasan lain, terduga pelaku langsung menyerang korban menggunakan sebilah parang.
"Korban ini diduga mau ambil rokok. Tapi pelaku langsung serang korban pakai parang," ujarnya.
Terduga pelaku nampaknya sudah memiliki dendam terhadap korban. Sebab belum lama ini antara korban dan pelaku sempat terlibat perselisihan.
"Mungkin dari situ lah awalnya ada perselisihan. Pas ketemu lagi, terjadi lah (penganiayaan). Kondisi disitu memang sepi dan enggak sampai ada keributan hebat. Saya juga kaget aps dikasih tahu orangtua saya," ucap pria tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah membenarkan kejadian dugaan penganiayaan tersebut. Bahkan pihaknya sudah menerima laporan kepolisian yang diadukan pihak korban.
"Kami sudah menerima laporannya pada Sabtu (13/9) sekitar jam 18.00 WITA yang melaporkan anaknya. Kami sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. bersadarkan keterangan anak korban, tidak ada barang-barang yang hilang yang dibawa korban," ungkapnya.
Disinggung terkait bahwa korban mengalami gangguan kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab belum ada hasil pemeriksaan psikiater.
"Kalau dugaan dendam lama belum bisa kami pastikan. Kami masih melakukan penyelidikan," pungkasnya.(sas)
Editor : Nurismi