Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jauh Sebelum 2029, KPU Bulungan Mulai Coklit Terbatas Demi Data Pemilih Akurat

Beraupost • Senin, 28 Juli 2025 | 16:45 WIB
COKLIT TERBATAS: Proses coklit ini dilakukan langsung tiga tim dari internal KPU Bulungan, bukan oleh petugas pantarlih seperti biasanya. (KPU BULUNGAN UNTUK HRK )
COKLIT TERBATAS: Proses coklit ini dilakukan langsung tiga tim dari internal KPU Bulungan, bukan oleh petugas pantarlih seperti biasanya. (KPU BULUNGAN UNTUK HRK )

HARIAN RAKYAT KALTARA – Meski tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 masih jauh, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan terus bergerak dalam memutakhirkan data pemilih secara berkelanjutan.

Salah satu upaya yang dilakukan saat ini pencocokan dan penelitian (Coklit) terbatas di sejumlah wilayah.

Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Bulungan, Mistang menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Meski dilakukan terbatas, proses coklit dilakukan langsung oleh komisioner dan staf KPU tanpa melibatkan petugas pantarlih seperti pada masa tahapan pemilu reguler.

"Kita tetap melakukan coklit, tapi ini bersifat terbatas. Tujuannya menjaga keakuratan data pemilih melalui pemutakhiran berkelanjutan," ujarnya, Minggu (27/7).

Menurut Mistang, pelaksanaan coklit terbatas ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari wilayah Tanjung Selor.

Selanjutnya, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke sembilan kecamatan lainnya di Kabupaten Bulungan dalam waktu yang telah dijadwalkan.

"Coklit ini kami mulai sejak Kamis, 24 Juli lalu dan berlangsung selama dua hari di Tanjung Selor. Setelah itu akan kami lanjutkan ke kecamatan lain secara bertahap," jelasnya.

Dalam coklit terbatas ini, KPU Bulungan memfokuskan pendataan pada tiga kategori pemilih, yakni Pemilih masuk, bagi warga yang baru berdomisili dan belum terdata.

Pemilih keluar, yakni warga yang pindah domisili. Pemilih meninggal dunia, yang harus segera dicoret dari daftar pemilih tetap.

"Petugas kami turun langsung dari rumah ke rumah untuk mencocokkan data sesuai kategori tersebut. Ini penting agar data pemilih benar-benar valid," tegasnya.

Yang menarik, proses coklit ini dilakukan langsung oleh tiga tim dari internal KPU Bulungan, bukan oleh petugas pantarlih seperti biasanya.

Tim yang turun terdiri dari para komisioner dan staf KPU, dengan pengawasan ketat dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bulungan.

"Dalam pelaksanaan coklit terbatas ini kami tidak menggunakan pantarlih. Komisioner dan staf KPU sendiri yang turun ke lapangan dan diawasi langsung oleh Bawaslu," ungkapnya.

Ini menunjukkan komitmen KPU Bulungan untuk terus menjaga validitas data pemilih jauh sebelum tahapan pemilu dimulai.

Sehingga daftar pemilih tetap (DPT) yang akan digunakan pada pemilu mendatang diharapkan lebih akurat dan minim permasalahan. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#coklit #pemilihan #pemutakhiran #data #KPU Bulungan