Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Demi Cegah Keracunan Bakteri, Stop Simpan 3 Makanan Ini Lebih dari 48 Jam di Kulkas

Nurismi • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi penyimpanan makanan di kulkas. (Magnific)
Ilustrasi penyimpanan makanan di kulkas. (Magnific)

BERAU POST - Beberapa makanan diketahui bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan hanya dua hari setelah disimpan.

Walaupun telah disimpan di lemari es sepanjang waktu, makanan tersebut bisa beresiko bagi kesehatan Anda.
Melansir eatingwell, berikut tiga makanan yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas selama lebih dari 48 jam.

1. Daging dan makanan laut yang kurang matang

Protein hewani yang belum dimasak sepenuhnya dapat menimbulkan peningkatan risiko keamanan pangan karena bakteri seperti E. coli, Listeria, atau Salmonella.

Bakteri berbahaya ini, yang mati ketika makanan dimasak hingga suhu yang aman, mungkin tidak hancur ketika makanan dimasak pada suhu yang lebih rendah.

Itulah mengapa banyak restoran menyertakan peringatan di menu mereka bahwa mengonsumsi daging atau makanan laut yang kurang matang dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Bakteri menggunakan protein ini sebagai sumber nutrisi untuk tumbuh dan berkembang biak.

Sebaiknya panaskan kembali makanan ini hingga suhu yang aman (minimal 74°C) dan jangan menyimpannya terlalu lama di lemari es.

2. Salad

Sayuran mentah yang disimpan di lingkungan lembap dan berjamur bisa sama berbahayanya dengan daging.

Sayangnya, sayuran berdaun hijau termasuk makanan yang paling sering terkontaminasi oleh E. coli, Listeria, Salmonella, dan norovirus.

Setelah sayuran dipotong, jaringan tanaman yang rusak melepaskan kelembapan dan nutrisi yang lebih mudah mendukung pertumbuhan bakteri daripada daun yang utuh.

Artinya, semakin lama salad disimpan di kulkas, semakin tinggi risiko terkena penyakit.

3. Nasi dan pasta

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bacillus cereus sering disebut sindrom nasi goreng. Salah satu penyebab utama sindrom nasi goreng adalah pendinginan nasi yang tidak tepat.

Hal ini karena membiarkan nasi atau pasta pada suhu ruangan menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi bakteri pembentuk spora untuk berkembang biak.

Spora dapat bertahan hidup saat dimasak. Jika nasi dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama, spora dapat berkecambah dan menghasilkan racun pemicu muntah atau diare.

Editor : Nurismi
#penyimpanan makanan #kulkas