BERAU POST - Kabar duka menyelimut dunia hiburan, komedian ternama Tanah Air, Nina Carolian alias 'Mpok Alpa' meninggal dunia pada Jumat (15/8).
Kabar tersebut diinfokan langsung oleh Raffi Ahmad melalui postingan Instagram pribadinya.
Mpok Alpa makin dikenal setelah videonya viral di media sosial, video yang menunjukkan Mpok Alpa minta diajak ke Alfamart oleh sang suami. Sejak saat itu, sosok Mpok Alpa sering menghiasi layar televisi.
Meninggalnya Mpok Alpa dinilai secara mendadak pada usia muda dan masih produktif, dengan meninggalkan empat orang anak.
Hal ini menjadi pengingat banyak orang, penting memiliki perlindungan diri, terutama bagi anak-anak.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan saat masih dalam usia produktif dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mempersiapkan hal-hal berikut.
Miliki dana darurat dan BPJS
Keamanan finansial tentu sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap seperti freelancer, pengusaha, seniman, dan lain sebagainya. Karena hal ini akan menjadi pondasi keuangan Anda.
Dana darurat akan berguna untuk berjaga-jaga dan mewaspadai hal-hal yang sifatnya mendesak, serta mengantisipasi risiko hilangnya penghasilan akibat risiko bisnis atau profesi Anda.
BPJS Kesehatan tentu bisa membantu Anda untuk berobat rawat jalan maupun rawat inap. Dengan iuran yang murah, Anda sudah bisa memiliki proteksi keuangan yang baik saat musibah sakit menyerang.
Punya asuransi kesehatan sejak muda
Apakah masih butuh asuransi kesehatan rawat inap meski punya BPJS? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ketahuilah bahwa asuransi swasta bakal memberikan kenyamanan dan fleksibilitas yang lebih untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.
Memiliki BPJS dan asuransi swasta tentu akan memperkuat pondasi keuangan Anda.
Namun mengingat premi asuransi cukup mahal untuk beberapa kalangan dan sangat dipengaruhi oleh usia, tidaklah salah untuk membeli asuransi kesehatan rawat inap dulu yang sesuai bujet di masa muda.
Akan lebih mudah bagi Anda untuk diterima sebagai nasabah asuransi kesehatan di saat Anda masih sehat, dan berada di usia produktif.
Asuransi penyakit kritis untuk berjaga-jaga
Ketika terserang salah satu penyakit kritis, seseorang akan dituntut untuk fokus pada penyembuhan dan pemulihan. Tidak mungkin baginya dilakukan sambil bekerja untuk mencari nafkah.
Disitulah fungsi dari asuransi penyakit kritis. Ketika Anda terdiagnosa penyakit ini, maka Anda bisa berhenti untuk bekerja, lantaran perusahaan asuransi akan mencairkan uang santunan yang bisa Anda gunakan untuk membiayai hidup.
Ketika Anda membeli asuransi kesehatan, Anda bisa memasukkan asuransi penyakit kritis sebagai pelengkapnya.
Asuransi jiwa, dana pensiun dan dana pendidikan anak
Bila Anda memiliki tanggungan, baik itu pasangan maupun anak, maka jangan hanya berfokus untuk mengumpulkan dana pensiun. Pertimbangkan pula memiliki asuransi jiwa.
Dana pensiun memang penting untuk dikumpulkan sedini mungkin, namun upaya untuk mengumpulkan dana pensiun bisa saja kandas apabila dipanggil Yang Maha Kuasa di masa produktif.
Ketika hal itu terjadi, maka orang-orang yang bergantung hidup bisa saja menghadapi kesulitan dalam finansial.
Dengan memiliki asuransi jiwa, akan keluar uang pertanggungan yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga dan ahli waris yang ditunjuk untuk membiayai hidup.
Hasil investasi tidak akan ada yang bersifat pasti, tetapi kematian bersifat kebalikannya. Upaya Anda untuk mengumpulkan biaya pendidikan anak bisa saja kandas jika Anda mengalami musibah cacat tetap total atau meninggal dunia.
Ketika hal itu terjadi maka besar kemungkinan keluarga akan kehilangan penghasilan dan sulit mengumpulkan uang untuk membiayai sekolah anak.
Dengan memiliki asuransi jiwa, dipastikan bakal ada uang pertanggungan yang cair jika Anda mengalami musibah seperti yang disebutkan di atas.
Belilah asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan 150 hingga 200 persen dari estimasi biaya kuliah anak di masa depan agar impian menyekolahkan anak tidak kandas begitu saja saat terjadi musibah.
Literasi keuangan yang baik bagi keluarga
Bukan hanya diri yang harus memahami keuangan, anggota keluarga yang menjadi orang terdekat kita pun perlu memahami hal ini.
Dengan literasi keuangan yang baik, maka pemahaman seputar pondasi dan tujuan keuangan keluarga menjadi semakin baik. Segala hal yang berkaitan dengan masalah keuangan keluarga tentu bisa diminimalisir. (smi)
Editor : Nurismi