Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pikir Ulang! Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Gak Boleh Pasang Behel di Tukang Gigi

Beraupost • Jumat, 8 Agustus 2025 | 14:00 WIB

Ilustrasi pemasangan behel. (Freepik)
Ilustrasi pemasangan behel. (Freepik)

BERAU POST - Tren yang populer selama bertahun-tahun, yang awalnya bertujuan untuk memperbaiki susuan gigi dan kesehatan mulut.

Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan behel juga menjadi simbol gaya hidup dan penampilan yang dianggap “kekinian”.

Hal inilah yang memicu maraknya praktik pemasangan behel secara ilegal atau abal-abal.

Behel yang dipasang bukan oleh dokter gigi atau ortodontis profesional, melainkan oleh oknum yang tidak memiliki izin praktik dan tidak mengikuti standar medis, salah satunya seperti ahli gigi.

Behel abal-abal sering dipilih karena biaya yang jauh lebih murah dibandingkan pemasangan behel resmi di klinik gigi.

Banyak orang tergiur dengan harga miring tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjangnya.

Modusnya bervariasi, mulai dari penawaran paket behel estetika tanpa rontgen hingga pemasangan tanpa prosedur pemeriksaan awal yang memadai.

Salah satu dokter gigi Dentsmart Dental Care Specialist), drg. Verastuti Indriasari, Sp.Ort mengatakan, sangat disayangkan penggunaan behel abal-abal bukan hanya soal estetika yang gagal, tetapi dapat berujung pada masalah kesehatan yang serius, permanen, dan bahkan mengancam nyawa.

"Tidak jarang korban mengalami kerusakan gigi, infeksi parah, hingga kehilangan gigi karena pemasangan yang tidak sesuai prosedur. Maka penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa behel bukan sekadar aksesoris, melainkan perangkat medis yang membutuhkan keahlian, perencanaan, dan pengawasan ketat dari tenaga profesional," imbuhnya saat ditemui Berau Post, Kamis (7/8).

Berikut ini adalah berbagai efek samping dan risiko serius akibat penggunaan behel abal-abal, menurut Praktek Dokter Gigi Spesialis (Dentsmart Dental Care Specialist), drg. Verastuti Indriasari, Sp.Ort:

1. Kerusakan Struktur Gigi dan Rahang

Behel bekerja dengan memberikan tekanan secara bertahap untuk menggeser posisi gigi.

Apabila tekanan tersebut tidak dikendalikan dengan benar, maka bisa menyebabkan gigi bergeser secara tidak alami, bahkan menyebabkan kerusakan permanen pada struktur rahang.

Gigi bisa menjadi miring, renggang, atau malah saling bertumpuk lebih parah daripada sebelumnya.

2. Infeksi dan Luka di Mulut

Pemasangan behel abal-abal sering menggunakan bahan murahan dan alat yang tidak steril.

Hal tersebut bisa menimbulkan luka pada gusi, sariawan, infeksi bakteri, hingga abses gigi.

"Malah dalam kasus yang lebih parah, infeksi bisa menyebar ke jaringan wajah atau organ vital lainnya seperti otak dan jantung melalui aliran darah," imbuhnya.

3. Pelapukan dan Kematian Jaringan Gigi

Behel yang tidak dipasang dengan teknik yang tepat bisa memutus aliran darah ke gigi.

Akibatnya, gigi menjadi mati (nekrosis pulpa) dan berubah warna menjadi gelap. Gigi yang mati rentan rapuh dan mudah patah, bahkan bisa lepas dengan sendirinya.

4. Gangguan Fungsi Mengunyah dan Bicara

Posisi gigi yang tidak tepat dapat mengganggu fungsi mengunyah dan bicara.

Behel abal-abal yang mengubah susunan gigi secara sembarangan dapat menyebabkan gigitan menjadi tidak seimbang (maloklusi).

Sehingga membuat makan menjadi tidak nyaman atau bahkan menyakitkan.

5. Biaya Perbaikan yang Lebih Mahal

Alih-alih menghemat biaya, pengguna behel abal-abal justru harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan.

Perawatan lanjutan seperti operasi rahang, pencabutan gigi, implan, hingga perawatan saluran akar bisa menghabiskan dana jauh lebih besar daripada pemasangan behel resmi.

"Jadi behel itu memang bukan soal estetika, maka saat pemasangannya tidak boleh sembarangan, karena kalau gigi tambah rusak, itu biaya perbaikannya bisa lebih mahal," ujarnya.

drg.Verastuti mengingatkan, pemasangan behel adalah prosedur medis yang harus ditangani oleh dokter gigi spesialis ortodonti. Jangan mudah tergiur oleh harga murah atau tren semata.

"Gigi bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut fungsi vital tubuh. Jika ingin memasang behel, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi yang terpercaya dan memiliki izin praktik yang sah," tegasnya.

"Ingat, memperbaiki kerusakan lebih sulit dan mahal daripada mencegahnya sejak awal. Jangan sampai demi terlihat “kekinian”, kamu justru mengorbankan kesehatan seumur hidup," lanjutnya. (nad/smi)

Editor : Nurismi
#abal-abal #pemasangan behel #gigi