Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Salah Pilih! Dampak Buruk Parfum Imitasi pada Kulit dan Pernapasan

Beraupost • Minggu, 27 Juli 2025 | 15:05 WIB

Ilustrasi penggunaan parfum. (Freepik)
Ilustrasi penggunaan parfum. (Freepik)

BERAU POST - Parfum sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam rutinitas perawatan diri banyak orang.

Keharumannya tidak hanya berfungsi sebagai penunjang penampilan, tetapi juga menciptakan kesan personal, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkuat identitas seseorang.

Aroma yang tepat bahkan bisa membangkitkan kenangan, memperbaiki suasana hati, atau membuat orang lain merasa nyaman saat berada berdekatan.

Maka tidak heran jika penggunaan parfum menjadi kebiasaan harian bagi sebagian besar orang, mulai dari remaja hingga dewasa.

Namun, di balik popularitasnya, banyak orang yang belum memahami risiko yang tersembunyi di balik parfum yang tidak original atau mengandung bahan sintetis berlebihan.

Parfum jenis ini umumnya beredar dengan harga yang jauh lebih murah dan sering kali diklaim sebagai “replika” atau “dupe” dari merek ternama.

Tak hanya itu, Pemilik Toko Parfum Original Berau, Novan Catur Wahdhana menyampaikan bahwa beberapa parfum komersial dengan harga terjangkau pun tetap menggunakan bahan sintetis dalam jumlah besar demi menekan biaya produksi.

Sayangnya, bahan-bahan tersebut tidak selalu aman, terutama bila digunakan secara rutin dan dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa bahan sintetis dalam parfum, seperti phthalates, aldehydes, dan senyawa pewangi buatan lainnya, sering kali ditambahkan untuk meniru aroma alami atau memperpanjang daya tahan parfum.

Namun, karena tidak melewati proses pengujian yang ketat (terutama pada produk tiruan), zat-zat ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kulit, sistem pernapasan, hingga keseimbangan hormon tubuh.

"Terlebih lagi, produk tidak original biasanya diproduksi tanpa regulasi yang jelas, tanpa label kandungan yang transparan, dan tanpa pengawasan kualitas yang memadai," imbuhnya kepada Berau Post, saat ditemui di Toko Parfum Original Berau, Tanjung Redeb.

Berikut ini adalah beberapa efek samping penggunaan parfum yang tidak original atau yang mengandung bahan sintetis dalam kadar tinggi:

1. Iritasi dan Peradangan Kulit

Kulit merupakan organ pertama yang langsung terpapar saat parfum digunakan. Novan menuturkan apabila parfum mengandung zat kimia sintetis berkualitas rendah atau belum teruji keamanannya, kulit bisa mengalami reaksi negatif.

"Gejalanya itu meliputi kemerahan, gatal, munculnya ruam, hingga perih seperti terbakar. Pengguna dengan kulit sensitif bahkan bisa mengalami dermatitis kontak atau infeksi ringan," jelasnya.

2. Reaksi Alergi

Kandungan sintetis seperti parfum buatan (fragrance/parfum), benzyl alcohol, atau limonene bisa menjadi alergen bagi sebagian orang.

Reaksi alergi tidak hanya muncul di kulit, tetapi juga bisa terjadi pada sistem pernapasan dengan gejala seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, batuk, dan sesak napas.

3. Gangguan Pernapasan dan Sakit Kepala

Parfum sintetis yang terlalu menyengat atau mengandung senyawa kimia keras bisa menyebabkan pusing, migrain, dan mual pada sebagian orang.

Bahkan paparan zat seperti formaldehida atau toluene dapat mengganggu fungsi paru-paru jika terhirup dalam jangka panjang, terutama pada ruangan tertutup.

"Untuk itu, sebaiknya mengunakan parfum original yang memang wanginya langsung dari buah, tumbuhan atau bunga aseli, sehingga tidak ada campuran sintesisnya, walaupun harganya lebih magal," ungkap Novan.

4. Ketidakseimbangan Hormon

Beberapa senyawa sintetis dalam parfum, terutama phthalates, dikenal sebagai endocrine disruptors atau pengganggu sistem hormon.

Jika diserap oleh tubuh melalui kulit atau saluran pernapasan, zat ini dapat memengaruhi sistem reproduksi, siklus menstruasi, hingga menurunkan kualitas sperma bagi pria.

5. Bahaya bagi Anak-Anak dan Ibu Hamil

Anak-anak memiliki sistem imun dan kulit yang lebih sensitif. Novan bilang, terpapar parfum sintetis dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko alergi dan gangguan tumbuh kembang.

Sementara itu, bagi ibu hamil, beberapa kandungan parfum palsu atau sintetis bisa masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi janin, walau dalam jumlah kecil.

"Maka dari itu, kalau kita menggunakan parfum yang mengandung sintesis dalam jangka panjang cukup bahaya untuk kesehatan termasuk anak-anak dan ibu hamil," jelasnya.

6. Meninggalkan Bekas Noda pada Pakaian

Parfum berkualitas rendah biasanya menggunakan pewarna atau pelarut yang kasar. Selain menyebabkan reaksi pada kulit.

Parfum semacam ini juga sering kali meninggalkan noda pada pakaian yang sulit dibersihkan, terutama pada kain berwarna terang.

"Sedangkan kalau parfum original yang tidak mengandung sintesis, biasanya tidak akan meninggalkan bekas noda pada pakaian," kata Novan.

7. Aroma Tidak Alami dan Mengganggu

Berbeda dengan parfum original yang memiliki aroma berlapis dan seimbang, parfum sintetis atau palsu cenderung memiliki aroma yang terlalu tajam, menusuk hidung, dan tidak berubah secara bertahap.

"Hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang di sekitar dan justru mengurangi daya tarik pengguna," tandasnya.

Memilih parfum seharusnya tidak hanya berdasarkan pada aroma atau harga, tetapi juga harus mempertimbangkan faktor keamanan dan kesehatan.

Penggunaan parfum yang tidak original atau mengandung bahan sintetis dalam jumlah besar dapat memberikan dampak jangka pendek dan panjang yang merugikan tubuh.

Untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan kulit serta sistem pernapasan, disarankan untuk memilih parfum yang jelas asal-usulnya.

Memiliki sertifikasi keamanan, dan menggunakan bahan-bahan alami atau setidaknya telah teruji secara dermatologis. Jangan sampai keharuman instan mengorbankan kesehatan yang tak ternilai. (nad/smi)

Editor : Nurismi
#imitasi #parfum #sintetis