Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Selat Hormuz Bergolak, Mentan Amran Sulaiman Pastikan Harga Pupuk Subsidi di Indonesia Tetap Aman!

Nurismi • Kamis, 9 April 2026 | 05:55 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (ANTARA)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (ANTARA)

BERAU POST - Meski akses Selat Hormuz yang jadi urat nadi distribusi pupuk dunia sedang dibatasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga pupuk subsidi di Indonesia tidak naik.

Hal itu tidak lepas dari kondisi di Indonesia yang sudah bisa mencukupi stok pupuk secara mandiri. Sehingga petani tetap terlindungi dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.

"(Harga pupuk) aman, aman. Kenapa? Itu perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto),"ujar kepada awak media seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4) sebagaimana dilansir dari Antara.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen.
 
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan volume pupuk subsidi yang tersedia bagi petani, sehingga kebutuhan input produksi tetap tercukupi secara optimal di berbagai daerah sentra pertanian.

"Itu di era Bapak Prabowo Subianto, Bapak Presiden, itu diturunkan harga pupuk (subsidi) 20 persen dan menaikkan kuantumnya. Itu luar biasa," ujar Mentan.

volume pupuk subsidi yang disiapkan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional sepanjang tahun 2026 mencapai 9,8 juta ton untuk 14,1 juta petani di seluruh Indonesia.

Amran menegaskan kebijakan stabilisasi harga pupuk tersebut merupakan arahan langsung Presiden, guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan global.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan stok pupuk secara nasional tidak terganggu di tengah konflik di Selat Hormuz, yang dapat mengganggu jalur perdagangan global.
 
"Alhamdulillah, stok aman. Kita memiliki 1,29 juta ton stok, dan pabrik seluruhnya beroperasi dengan baik. Artinya, ini akan terus kita pertahankan di level ini, tidak ada masalah," kata Rahmad dalam rapat tersebut.

Ia menyebut pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi pupuk dunia, yang menyumbang sekitar 30 persen perdagangan pupuk global setiap bulannya.

Meski demikian, Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk nasional yang telah dibangun sejak lama.

"Hingga hari ini, meskipun dunia gonjang-ganjing, pupuk Indonesia justru bisa berfungsi sebagai penyelamat ekosistem pangan dunia," jelasnya.

Ia menyebutkan sejumlah negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand dan Amerika Serikat mulai terdampak gangguan pasokan pupuk global. Sementara itu, Indonesia tetap dalam kondisi aman dan stabil.
 
Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4), Rahmad juga memastikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak naik meski terjadi gejolak di Selat Hormuz, sehingga pasokan dan stabilitas tetap terjaga di dalam negeri.

"HET (pupuk subsidi sebelumnya) sudah turun 20 persen, tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan, artinya HET akan tetap," kata Rahmad.
 

Editor : Nurismi
#pupuk subsidi #stok pupuk #selat hormuz